Recruitment

Hal yang dipertimbangkan sebelum melakukan Recruitment

Recruitment adalah serangkaian proses dan tahapan bagi sebuah perusahaan atau organisasi dalam mencari kandidat untuk menjadi salah satu bagian dari mereka. Seorang pengusaha atau manager HRD akan melakukan proses recruitment saat perusahaan memiliki kebutuhan sumber daya manusia yang lebih untuk melakukan suatu pekerjaan. Biasanya perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan memiliki pekerjaan lebih yang tidak dapat di handle dengan sumber daya manusia yang dimiliki saat ini. Namun memliki kondisi seperti ini tidak selalu menuntut perusahaan untuk membuka lowongan pekerjaan. Ada banyak cara untuk bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa harus merekrut karyawan baru apalagi merekrut karyawan full time. Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan sebelum melakukan proses recruitment:

1. Analisa terlebih dahulu apakah memungkinkan pekerjaan didelegasikan ke karyawan yang ada?

Sebelum terlalu cepat untuk memutuskan melakukan recruitment. Anda sebaiknya melakukan analisa terhadap kebutuhan dan kekuatan sumber daya manusia yang anda miliki. Apakah pekerjaan yang ada dapat dihandle oleh pekerja yang anda miliki saat ini. Lalu apakah pekerjaan yang anda delegasikan tersebut mampu dikerjakan secara optimal oleh karyawan tersebut. Lakukan percobaan untuk menguji hasil analisa anda. Apabila karyawan tersebut dapat melakukan pekerjaan tambahan dengan baik tanpa membuat pekerja tersebut “keteteran” anda dapat mempertimbangkan untuk memberikan kompensasi tambahan yang mana jumlahnya tidak sebesar apabila anda mempekerjakan karyawan baru.

2. Pertimbangkan untuk mempekerjakan karyawan non full time

Untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, perusahaan tidaklah harus selalu mempekerjakan karyawan baru apalagi karyawan full time. Untuk jenis pekerjaan yang spesifik seperti membuat konten untuk keperluan marketing anda dapat menggunakan jasa freelancer atau biasa disebut dengan crowdsourcing. Ada banyak situs penyedia jasa freelancer seperti freelancer.com, fiverr, sribu dan masih banyak lagi. Dengan menggunakan jasa freelancer tersebut anda tidak perlu melakukan hiring karyawan baru. Bahkan anda dapat bekerja bersama dengan profesional yang ahli dibidangnya dengan harga yang reasonable. Lalu apabila pekerjaan yang ada bukanlah pekerjaan yang crusial, anda dapat membuka lowongan untuk pekerja non full time. Hal ini cukup mengefisiensi biaya tenaga kerja apabila pekerjaan yang dilakukan tidak cukup berat atau crucial.

3. Biaya rekrutment dan tenaga kerja baru

Apabila anda harus membuka lowongan baru untuk pekerja full time. Maka buatlah analisa biaya rekrutment dan biaya tenaga kerja baru. Biaya rekrutmen adalah biaya yang timbul akibat adanya proses recruitment seperti : biaya iklan, biaya job fair, biaya tes psikologi dll. Sementara biaya tenaga kerja baru adalah biaya yang timbul selama pekerja baru dalam masa orientasi. Biasanya pekerja yang sedang dalam masa orientasi masih belum begitu productive apalagi apabila pekerja tersebut merupakan freshgraduate. Biaya tenaga kerja baru misalnya : gaji selama masa orientasi, thr untuk pekerja orientasi, dll.

4. Tentukan kriteria yang sesuai dengan tujuan perusahaan

Dalam membuat lowongan pekerjaan anda harus menyiapkan syarat dan kriteria pelamar. Syarat atau requirement biasanya berkaitan dengan syarat teknis yang berhubungan langsung dengan pekerjaan seperti : pendidikan minimum, skill, umur, pengalaman dll. Sementara kriteria biasanya berkaitan dengan hal non teknis seperti loyal, dapat bekerja dibawah tekanan, mampu bekerja bersama tim atau individu, dll. Meskipun kadang hal teknis ini dianggap tidak perlu tapi hendaknya anda merumuskan kriteria sesuai dengan tujuan dan nilai perusahaan. Hal ini penting untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kepribadian perusahaan dan tim dalam perushaan anda.

5. Pilihlah channel recruitment yang sesuai dengan tujuan recruitment anda.

Sekarang ini telah banyak channel recruitment yang dapat anda pilih dalam menemukan karyawan baru seperti job fair, campus hiring, iklan melalui media online, atau menggunakan jasa headhunter. Bila anda membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan menambah database pelamar anda anda dpat mempertimbangkan menggunakan job fair. Job fair dapat menarik banyak database pelamar karena event yang diadakan biasanya massive dan jumlah pengunjung yang datang pun banyak. Menggunakan channel job fair biasanya digunakan untuk perusahaan yang membutuhkan jumlah tenaga kerja yang banyak dan beberapa lowongan pekerjaan sekaligus. Hal ini untuk menghemat biaya karena biasa event job fair membutuhkan biaya yang cukup besar. Job fair biasanya juga digunakan untuk company branding kepada para pencari kerja hal ini bertujuan agar perusahaan anda dinilai bonafid dimata para pencari pekerja. Campus hiring juga memiliki tujuan yang sama dengan job fair namun bila anda lebih cenderung mencari tenaga kerja fresh graduate anda dapat mempertimbangkan untuk mengadakan event campus hiring. Penggunaan media online merupakan yang paling favorit untuk proses recruitment saat ini. Channel ini dapat menjangkau pelamar dengan cepat dan dengan biaya yang terjangkau. Apabila anda menginginkan pekerja profesional dan memiliki pengalaman anda dapat mempertimbangkan menggunakan jasa headhunter. Jasa headhunter membantu anda mencari pekerja yang sesuai dengan kebutuhan anda. Headhunter akan mecarikan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan anda dengan menggunakan channel mereka sendiri. Bahkan tidam menutup kemungkinan melakukan hijack dari perusahaan lain. Biaya yang anda keluarkan untuk jasa headhunter ini tergantung dengan kesepakatan. Biasanya jasa headhunter memasang tarif sekian persen dari gaji tahunan yang akan diterima oleh calon pekerja.

Hiring decisions yang tepat akan membantu perushaaan anda dalam menemukan pekerja yang sesuai dengan kebutuhan anda. Melakukan beberapa analisa diatas membantu anda menghemat biaya dan meminimalkan kemungkinan resiko yang terjadi di masa depan.

Author


Avatar