Leaves

Mengenal Block Leaves, Cuti Wajib Yang Diterapkan di Perusahaan Sektor Perbankan

Karyawan berhak atas cuti tahunan sebanyak 12 hari selama setahun. Pada praktiknya cuti tahunan yang dimiliki oleh karyawan tidak selalu dihabiskan dalam tahun berjalan.  Ada kalanya karyawan yang sangat rajin bekerja malah tidak pernah menggunakan hak cutinya sama sekali. Namun hal ini tidak berlaku bagi karyawan yang bekerja di sektor perbankan. Karyawan yang bekerja di sektor perbankan diwajibkan untuk mengambil cuti. Istilah cuti wajib untuk karyawan di sektor perbankan dikenal dengan istilah block leaves atau cuti wajib.
Hal ini diberlakukan bukan tanpa alasan. Cuti wajib diberlakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya fraud di sektor perbankan. Sektor perbankan memiliki skala resiko yang cukup tinggi karena berkaitan dengan uang nasabah dan tingkat kepercayaan masyrakat terhadap perbankan hal ini tentu berpengaruh pula terhadap kondisi ekonomi.  
Block leaves merupakan kebijakan yang diambil dari adanya surat edaran bank indonesia No 13/28/DPNP tanggal 9 Desember 2011, mengenai Penerapan Strategi Anti Fraud bagi Bank Umum sebagai upaya untuk mencegah kasus penyelewengan di perbankan. Salah satu elemen penting sebagai strategi anti Fraud adalah bank harus memiliki kebijakan “Know Your Employee” (KYE). KYE berhubungan dengan sumber daya manusia sebagai pelaku (dalam arti umum) dari kegiatan-kegiatan internal perbankan. Salah satu dari kebijakan KYE dengan tujuan mencegah fraud adalah “cuti wajib” (block leave/compliance leave).
Cuti wajib merupakan bagian dari pengendalian dan pemantauan manajemen risiko, khususnya internal fraud.  Manajemen harus tegas dalam penerapan cuti wajib ini.  Tujuan cuti ini adalah agar tugas dan tanggung jawab seorang karyawan dapat digantikan oleh karyawan lainnya, sehingga tidak terjadi ketergantungan yang dapat menyebabkan ketidakwajaran, misal antara karyawan dengan nasabah dan penyalahgunaan wewenang, terutama oleh karyawan yang  terlibat langsung dalam menangani transaksi  perbankan. Penerapan cuti wajib ini penting untuk diberlakukan pada karyawan yang sering memiliki hubungan langsung dengan nasabah, baik nasabah fundingmaupun kredit. Perlu diharuskan bagi karyawan yang sehari-harinya menangani operasional kas bank, dari cabang sampai Kantor Pusat. Patut dipastikan kepada karyawan yang memiliki wewenang memutus transfer likuiditas bank. Untuk itu perlu dipastikan bahwa harus selalu ada “dual control” dalam wewenang keputusan dan transaksi dana perbankan. Dengan bentuk pengawasan melekat demikian, kiranya peluang akan terjadinya fraud dapat ditekan.

Suatu kali, apabila ada ada karyawan yang menolak mengambil cuti wajib, maka manajernya pun dapat mulai bertanya: “Ada apa gerangan?” Mari bersama kita cegah terjadinya kejahatan.

Author


Avatar