Employee Data

Cara Meminimalkan Rasio Employee Turn Over

Angka turn over karyawan yang tinggi dapat dikatakan sebagai rapor merah bagi sebuah perusahaan khususnya departemen HRD.  Bagaimana tidak, turn over karyawan yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut tidak dapat menyatu dengan karyawannya. Padahal untuk mencapai goals perusahaan sinergi antara karyawan dan pengusaha haruslah terjadi agar tim dalam perusahaan anda dapat solid dalam mencapai tujuan perusahaan. Turnover atau pergantian sendiri adalah keinginan seorang karyawan untuk berpindah, berhenti atau keluar dari tempat bekerja yang dilakukan secara sukarela atau atas kemauan sendiri maupun keputusan dari organisasi. Umumnya turnover dilakukan karena karyawan ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Terdapat beberapa perdebatan mengenai penyebab tingginya turn over karyawan.  Ada yang mengatakan mungkin saja anda merekrut karyawan yang salah, sumber daya manusia di sekitar anda kurang memadai atau mungkin saja anda terlalu over expected pada karyawan anda. Apapun alasanya anda harus bisa melakukan analisa penyebab dari tingginya turn over di perusahaan anda. Namun begitu tingginya turn over karyawan dapat diminimalkan apabila anda tahu apa yang sebenarnya diinginkan karyawan dan bagaimana mengarahkan karyawan agar satu tujuan drngan goals perusahaan. Dan berikut ini beberapa tips untuk meminimalkan turn over karyawan anda :

 

Rekrut karyawan yang tepat

Cara terbaik untuk memastikan bahwa karyawan tidak resign atau berhenti adalah memastikan bahwa anda merekrut karyawan yang tepatndari awal. Tentukan job role yang jelas dan mudah dimengerti oleh kandidat.  Pastikan apakah kandidat tersebut cocok dengan job role yang telah anda tentukan. Dan yang tidak kalah penting pastikan bahwa dia cocok dengan culture perusahaan.

 

Berikanlah benefit yang setimpal

Pastikan anda memberikan benefits yang setimpal dengan pekerjaan yang dilakukan.  Anda harus dapat menganalisa penghasilan yang diberikan ke karyawan sesuai dengan job desc yang dilakukan oleh seorang karyawan. Anda boleh saja memberikan benefit yang overprice apabila ia memang memberikan kontribusi lebih.  Namun jangan sampai anda memberikan benefits yang under price karena dapat dianggap tidak fair. Anda juga harus bisa memotivasi karyawan apabila kinerja nya masih belum memenuhi target yang ditetapkan.

 

Jelaskan career planning kepada semua karyawan

Benefits atau gaji bukanlah satu satunya yang dikerjar oleh karyawan.  Beberapa dari mereka mengatakan bahwa jenjang karir yang jelas adalah salah satu tujuan mereka melamar diperusahaan tersebut.  Jenjang karir memberikan kepastian kepada karyawan akan karirnya di masa mendatang. Apabila karyawan merasa berkarir di perusahaan ini dapat memberikan pengalaman dan kesempatan untuk berkarir di jenjang yang lebih tinggi tentu karyawan akan debgan senang hati menerima itu.  Untuk itu rancanglah sebuah career path dan jelaskan kepada setiap karyawan.

 

Bangun lingkungan kerja yang positif

Lingkungan kerja yang positif adalah lingkungan kerja yang membangun sebuah tim dengan penuh semangat dan motivasi.  Lingkungan kerja yang positif sangat penting untuk sebuah tim diperusahaan. Anda dapat membayangkan waktu yang dihabiskan oleh seorang karyawan lebih banyak dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan dirumah. Untuk itu bangunlah sebuah tim yang seperti keluarga sendiri.  Bangunlah komunikasi yang baik antar karyawan. Libatkan mereka dalam pengambilan keputusan. Berikan kesempatan bagi karyawan untuk menunjukan siapa diri mereka. Berikan compliment apabila mereka memberikan ide yang cemerlang.

 

Pahami budaya dan geografis karyawan

Anda tidak dapat menggeneralisir bahwa semua karyawan adalah individu yang sama.  Karyawan bisa jadi datang dari berbagai daerah dengan budayanya masing masing. Pahami bagaimana budaya membentuk karakter mereka.  Membaurlah dengan budaya mereka. Anda dapat memberikan sesuatu misalnya saat ada perayaan hari tertentu yang dirayakan di kebudayaan mereka.  Dengan begitu mereka akan merasa bahwa anda sangat peduli dengan hal itu. Hargai perbedaan dari setiap keragaman budaya diantara karyawan anda.

 

Pahami kebutuhan karyawan

Salag satu poin penting dari membangun komunikasi yang baik adalah dengan memberikan sebuah feedback antara perusahaan dan karyawan.  Perhatikan kebutuhan karyawan dan tanyakan apa yang mereka inginkan. Selalu berkomunikasi untuk mendapatkan feedback dari karyawan. Berikan bimbingan konseling saat mereka ada masalah.  Dan berikan semangat lebih lebih apabila anda bisa memberikan solusi dari masalah mereka.

 

Referensi :

https://resources.globoforce.com/globoforce-blog/12-surefire-tips-to-reduce-employee-turnover

 

https://www.kajianpustaka.com/2018/02/pengertian-jenis-penyebab-dan-perhitungan-turnover.html?m=1

Author


Avatar