Pajak

Cara Menghitung PPh 21 dan Pelaporan SPT

Tanggal 31 maret akan segera tiba, artinya batas waktu pelaporan SPT tahunan bagi wajib pajak orang pribadi akan segera berakhir. Untuk itu anda yang bekerja baik sebagai karyawan atau melakukan pekerjaan bebas wajib tahu bagaimana melakukan perhitungan PPh 21 dan melakukan pelaporan SPT PPh 21 orang pribadi (OP). Menurut peraturan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), seluruh warga negara Indonesia yang berstatus sebagai karyawan, pegawai, atau pekerja yang memperoleh gaji wajib membayarkan pajak penghasilan (PPh) kepada negara.

Dasar hukum perhitungan dan pemotongan pajak penghasilan ini dirangkum dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 tentang Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21). Adapun pengaturan-peraturan mengenai PPh 21 untuk pribadi ini bisa diringkas dalam poin-poin berikut ini:

  • Pemotongan PPh 21 tidak dilakukan jika penghasilan belum mencapai Rp450.000 per hari;
  • PPh 21 berlaku untuk mereka yang penghasilan per harinya sejumlah atau lebih dari Rp450.000, pemotongan dikurangkan dari penghasilan bruto; 
  • Jika seorang pegawai tidak tetap memiliki penghasilan satu bulan kalender melebihi angka Rp4.500.000 maka pajak dapat dikurangkan dari jumlah penghasilan bruto;
  • Sesuai peraturan tersebut, jika penghasilan bulanan Anda tidak mencapai Rp4.500.000, maka Anda belum wajib membayar PPh 21. Hal ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang PPh 21 tahun 2016.

Untuk lebih jelasnya berikut adalah contoh perhitungan PPh 21 untuk karyawan :


Retto pada tahun 2016 bekerja pada perusahaan PT Jaya Abadi dengan memperoleh gaji sebulan Rp 5.750.000,00 dan membayar iuran pensiun sebesar Rp200.000,00. Retto menikah tetapi belum mempunyai anak. Pada bulan Januari penghasilan Retto dari PT Jaya Abadi hanya dari gaji. Penghitungan PPh Pasal 21 bulan Januari adalah sebagai berikut:


Gaji Rp 5.750.000,00


Pengurangan:

  1. Biaya Jabatan

5% X Rp 5.750.000,00 Rp 287.500,00


  1. Iuran Pensiun Rp 200.000,00

Total Pengurang : RP 487.500,00


Penghasilan neto sebulan Rp 5.262.500,00

Penghasilan neto setahun adalah

12 X Rp 5.262.500,00 = Rp 63.150.000,00


PTKP setahun

– untuk Wajib Pajak sendiri Rp 54.000.000,00

– tambahan karena menikah Rp 4.500.000,00

Total PTKP : Rp 58.500.000,00

Penghasilan Kena Pajak Setahun Rp 63.150.000,00 – Rp 58.500.000,00 = Rp 4.650.000,00


PPh Pasal 21 Terutang

5% X Rp 4.650.000,00 = Rp 232.500,00


PPh Pasal 21 bulan Januari

Rp 232.500,00 : 12 Rp 19.375,00


Catatan:

  1. Biaya Jabatan adalah biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan yang

dapat dikurangkan dari penghasilan setiap orang yang bekerja sebagai pegawai tetap tanpa

memandang mempunyai jabatan ataupun tidak.


  1. Contoh tersebut berlaku apabila pegawai yang bersangkutan sudah memiliki Nomor Pokok

Wajib Pajak (NPWP). Dalam hal pegawai yang bersangkutan belum memiliki NPWP, maka

jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Januari adalah sebesar 120% x

Rp19.375,00= Rp23.250,00.


  1. Untuk contoh-contoh selanjutnya diasumsikan penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal  21 sudah memiliki NPWP, kecuali disebut lain dalam contoh tersebut.

Sekarang anda telah mengetahui bagaimana cara perhitungan pajak penghasilan pasal 21. Setelah memastikan perhitungan benar langkah selanjutnya adalah melaporkan perhitungan tersebut dalam SPT tahunan yang jatuh tempo setiap tanggal 31 maret setiap tahunnya.  Berikut ini adalah cara melaporkan SPT PPh 21 orang pribadi :


e-Filing adalah suatu cara penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) secara elektronik yang 

dilakukan secara online dan real time melalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak (http://www.pajak.go.id) atau Penyedia Layanan SPT Elektronik atau Application Service Provider (ASP).


Layanan e-Filing melalui website Direktorat Jenderal Pajak telah terintegrasi dalam layanan DJP Online, yang dapat diakses pada tautan berikut:

Bagi wajib pajak yang hendak menyampaikan laporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi (1770, 1770S, 1770SS) maupun SPT Tahunan PPh Badan (1771) dapat mengisi dan menyampaikan laporan SPT-nya pada aplikasi e-Filing di DJP Online.

Untuk jenis SPT 1770SS dan 1770S disediakan formulir pengisian langsung pada aplikasi e-Filing. Sedangkan untuk penyampaian laporan SPT pajak lainnya terutama jenis SPT 1770 maupun 1771, e-Filing di DJP Online menyediakan fasilitas penyampaian SPT berupa ungggah SPT yang telah dibuat melalui aplikasi e-SPT maupun e-FORM, SPT yang telah dibuat melalui aplikasi-aplikasi tersebut dapat disampaikan secara online tanpa harus datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Selain sarana-sarana tersebut dan untuk jenis SPT yang lain, Wajib Pajak dapat menyampaikan SPT secara online melalui salah satu ASP yang telah ditunjuk Direktur Jenderal Pajak yaitu:


www.spt.co.id

www.pajakku.com

www.eform.bri.co.id

www.online-pajak.com

aspbni.bni.co.id

klikpajak.id


Untuk mulai menggunakan fasilitas E-Filing silahkan lihat Petunjuk Penggunaan E-Filing atau Modul Pengisian E-Filing. Dalam penggunaan e-Filing perlu diperhatikan Daftar Lampiran Yang Wajib Diunggah. Apabila terjadi Error saat penggunaan e-Filing, dapat mengecek Daftar Kode Error untuk memperoleh informasi mengenai cara penanganannya.

Author


Avatar