JPayroll

Mengapa karyawan harus lembur???

Lembur merupakan hal yang sangat dekat dengan pekerjaan.  Apalagi apabila anda bekerja di industri manufaktur, terkadang lembur menjadi hal yang sudah pasti. adalah waktu kerja yang melebihi 7 jam sehari untuk 6 hari kerja dan 40 jam dalam seminggu atau 8 jam sehari untuk 8 hari kerja dan 40 jam dalam seminggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah (Pasal 1 ayat 1 Peraturan Menteri no.102/MEN/VI/2004). Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 jam/hari dan 14 jam dalam 1 minggu diluar istirahat mingguan atau hari libur resmi. Saat karyawan lembur perusahaan wajib memberikan tambahan upah kepada karyawan sesuai dengan peraturan berlaku. Perhitungan Upah Lembur berdasarkan upah bulanan dengan cara menghitung upah sejam adalah 1/173 upah sebulan. Bagi sebagian orang lembur akan mengurangi waktu bersama keluarga dan menyebabkan work –  life balance menjadi tidak seimbang. Lalu apakah lembur itu memang perlu untuk dilakukan? Terdapat beberapa alasan yang membuat perusahaan mengharuskan karyawan lembur. Dan berikut ini beberapa faktor yang membuat perusahaan mengharuskan karyawan lembur :


Belum terselesaikan pekerjaan

Waktu penyelesaian suatu pekerjaan biasanya telah diestimasi diawal. Dalam diskusi tim atau berdasarkan analisa karyawan itu sendiri, estimasi penyelesaian suatu pekerjaan dapat ditentukan. Namun meskipun telah direncanakan dengan baik, estimasi hanyalah perkiraan semata. Waktu realisasi penyelesaiannya dapat berbeda dengan estimasi yang telah ditentukan. Untuk memaksimalkan pekerjaan agar sesuai dengan perencanaan awal maka dibutuhkan jam kerja tambahan diluar jam kerja.


Pemenuhan target / deadline

Semakin banyak order atau project yang masuk, maka omset perusahaan akan semakin meningkat. Dengan meningkatnya omset tentu akan berpengaruh secara tidak langsung kepada karyawan. Order atau project yang masuk pun juga bisa datang dalam waktu yang bersamaan. Dan tentu order atau project yang masuk ini harus diselesaikan sesuai dengan komitmen kepada pelanggan. Dengan kapasitas produksi yang hanya cukup untuk mengerjakan satu order atau project tertentu maka untuk memenuhi target atau deadline dari tambahan order ini maka lembur adalah hal yang tidak dapat dihindari.


Kendala produksi

Dalam proses industri manufaktur ke dalam produksi merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Kecuali perusahaan telah memiliki sistem recovery atau back up plan yang memadai pada saat terjadi kendala produksi. Kendala yang terjadi biasanya bermacam macam. Mesin rusak, bencana alam, gangguan cuaca, serangan hewan / hama, dll. Pada saat terjadi kendala kendala ini tentu proses produksi akan terhenti untuk sementara. Sampai terselesaikan nya kendala ini maka pemenuhan produksi tidak dapat dilakukan.  Untuk memenuhi komitmen kepada pelanggan perusahaan maka lembur dapat dilakukan untuk memenuhi komitmen kepada pelanggan.


Panggilan mendadak

Apabila anda adalah karyawan teknis seperti teknisi IT, teknisi Mesin, dll. Panggilan mendadak diluar jam kerja adalah hal yang kadang terjadi. Server down sehingga mengganggu operasional perusahaan, mesin produksi ngadat sehingga proses produksi tidak dapat berjalan merupakan beberapa kejadian yang harus membuat anda bekerja kembali di kantor. Lalu bagaimana dengan perhitungan lembur untuk kejadian ini? Dalam UU Tenaga Kerja No.13 tahun 2003 sendiri, tidak mengatur mengenai panggilan kerja secara tiba-tiba. Akan tetapi UU No.13/2003 mengatur mengenai waktu kerja lembur pada hari kerja, hari-hari libur mingguan maupun libur resmi. Karena UU Tenaga Kerja No.13 tahun 2003 tidak mengatur mengenai panggilan kerja secara tiba-tiba. Peraturan Perusahaan ataupun Perjanjian Kerja Bersama-lah yang mengatur mengenai ketentuan panggilan kerja secara tiba-tiba di hari libur.  Syarat dari pemanggilan kerja secara tiba-tiba ini adalah :


  • Ada persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan

  • Terdapat pekerjaan yang membahayakan keselamatan perusahaan jika tidak cepat diselesaikan.
  • Dalam penyelesaian pekerjaan yang sangat penting bagi perusahaan dan tetap memperhatikan saran – saran Serikat Pekerja.



Pemenuhan tenaga kerja

Apabila anda bekerja di perusahaan yang menerapkan sistem shift. Maka akan ada saatnya karyawan yang seharusnya hadir pada shift tertentu tidak dapat hadir bekerja karena satu dan lain hal. Perusahaan yang menerapkan sistem shift biasanya mensyaratkan jumlah karyawan tertentu yang harus stay atau ada pada waktu tersebut.  Apabila terdapat satu karyawan yang tidak dapat hadir maka jumlah tenaga kerja yang ready untuk jadwal tersebut menjadi kurang dan harus digantikan oleh karyawan lain. Pada saat karyawan yang lain menggantikan bisa saja terjadi kelebihan jam kerja diatas 40 jam dalam seminggu. Maka atas kejadian ini perusahaan wajib membayarkan upah lembur atas karyawan ini.


Lembur sebenarnya merupakan hal yang tidak diinginkan baik oleh karyawan ataupun perusahaan.  Dari sisi karyawan lembur akan mengurangi jam bersama dengan keluarga dan teman. Sementara dari sisi perusahaan lembur akan menambah biaya untuk tenaga kerja.  Lembur dapat terjadi atas beberapa faktor, untuk itu anda harus jeli dalam melakukan perhitungan lembur. Apabila anda merasa kesulitan dalam melakukan pengawasan terhadap jam lembur atau anda kesulitan dalam melakukan perhitungan upah lembur.  Jpayroll merupakan solusi yang dapat membantu anda dalam mengatasi hak ini. Diskusikan kebutuhan anda dengan kami. Tim kami akan dengan senang hati membantu anda.

Author


Avatar