JPayroll

Mengenal Absenteeism Rate Rasio Untuk Menganalisa Data Kehadiran Karyawan

Produktivitas karyawan yang tinggi tentu akan meningkatkan keuntungan bagi perusahaan. Produktivitas seorang karyawan salah satunya diukur dengan jumlah hari masuk kerja karyawan dalam satu bulan.  Semakin rajin karyawan tersebut masuk kerja tanpa ada ketidak hadiran, maka indikator penilaian karyawan tersebut dapat dianggap lebih baik dari pada karyawan yang sering tidak masuk kerja karyawan.  Ketidakhadiran seorang karyawan memang bukanlah hal yang dapat dihindari oleh sebuah tim dalam satu perusahaan. Banyak faktor yang mengikutinya mulai dari izin sakit, ijin pribadi, cuti tahunan, cuti khusus dll. Ketidakhadiran karyawan atau absen tentu akan sangat mempengaruhi kinerja perusahaan.  Untuk itu perusahaan hendaknya melakukan pengawasan terhadap absen karyawan secara mendalam. Apa yang menyebabkan karyawan tidak masuk bekerja dan bagaimana solusi yang perlu diambil untuk mencegah turunya produktivitas perusahaan secara keseluruhan. Salah satu analisa yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan pengawasan absensi karyawan adalah dengan melakukan perhitungan rasio absteinsm atau absteinsm rate. Absenteeism rate sendiri adalah sebuah perhitungan rasio ketidakhadiran pada jumlah hari kerja karyawan dalam 1 periode tertentu. Faktor ketidakhadiran yang diperhitungkan adalah ketidak hadiran yang bersifat tidak rencanakan oleh karyawan dan bersifat insidentil seperti izin sakit, bolos, ijin yang memotong gaji karyawan dll. Berikut rumus yang digunakan untuk melakukan perhitungan absteinsm rate :


(rata rata karyawan x jumlah kejadian tidak masuk kerja) / (rata rata karyawan $ jumlah hari kerja)


– rata rata jumlah karyawan : nilai ini diambil dari rata rata jumlah karyawan dalam satu periode perhitungan. Apabila anda melakukan analisa ini untuk satu bulan maka nilai rata rata jumlah karyawan yang digunakan adalah rata rata satu bulan. Anda dapat menentukan nilai rata rata ini dengan menghitung jumlah karyawan pada awal periode ditambah dengan jumlah karyawan pada akhir periode dibagi dua.


– jumlah kejadian ketidak hadiran karyawan / absen : hitung jumlah ketidakhadiran untuk semua karyawan daLam satu periode perhitungan.  Anda tidak perlu memperhitungkan cuti tahunan dan cuti khusus yang diatur pemerintah sebagai komponen perhitungan.


– jumlah hari kerja : jumlah hari kerja adalah total hari kerja karyawan tanpa memperhitungkan hari libur karyawan.  Apabila anda menerapkan shift bervariasi seperti shift pagi, siang, malam yang mana terkadang liburnya tidak jatuh pada hari sabtu atau minggu. Maka anda hanya perlu menjumlahkan hari kerja aktif yang ada dalam satu periode perhitungan untuk semua karyawan.


Dengan melakukan perhitungan diatas maka anda dapat memperoleh gambaran tentang kondisi absensi karyawan secara umum. Anda dapat membandingkan data tiap bulan dengan data historis.  Apabila terjadi kenaikan pada bulan tertentu anda dapat menganalisa lebih dalam apa penyebab dari meningkatnya rasio ini. Dengan begitu anda sudah dapat memperkirakan langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi fenomena ketidak hadiran tersebut.

Author


Avatar