JPayroll

Tips Mengatur Budget Lembur

Lembur pada dasarnya adalah hal yang kurang efektif baik untuk perusahaan maupun untuk karyawan.  Tingginya jumlah jam lembur yang terjadi di suatu perusahaan mengindikasikan bahwa sumber daya yang dimiliki belum cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi. Dari sisi karyawan lembur juga merupakan hal yang kurang baik, karena hal ini berarti karyawan akan menghabiskan waktu lebih untuk bekerja sehingga mengakibatkan ketimpangan dalam work-life balance. adalah waktu kerja yang melebihi batas waktu kerja dalam aturan resmi pemerintah. Pemerintah Indonesia menetapkan batas waktu lembur adalah yang melebihi 7 jam sehari dan 40 jam dalam 1 minggu untuk 6 enam hari kerja dalam 1 minggu atau 8 jam sehari, dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 hari kerja dalam satu minggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah. Lembur yang tinggi tentu akan menjadi biaya tambahan bagi perusahaan dan hendaknya hal ini dapat diminimalkan. Untuk itu manajemen terhadap jam lembur perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk memaksimalkan jam lembur agar tercipta efektifitas yang lebih baik :


Melakukan perencanaan

Pelaksanaan kerja lembur hendaknya dilakukan melalui proses perencanaan terlebih dahulu. Karena apabila tidak direncanakan dengan baik, maka pelaksanaan lembur akan menjadi tidak terkontrol dan dapat mengakibatkan loss yang semakin besar. Perencanaan dapat dibuat dengan melakukan analisa kerja terlebih dahulu.  Apakah lembur memang diperlukan. Membuat surat perintah lembur sebelum pelaksanaan kerja lembur juga dapat dilakukan untuk dapat menjelaskan lebih detail terkait pekerjaan yang akan dilakukan.


Mengontrol jam kerja lembur

Biaya lembur seringkali menjadi besar karena tidak adanya kontrol terhadap kegiatan lembur yang dilakukan. Perusahaan yang belum memiliki sistem yang baik biasanya akan langsung membayar lembur sesuai jam check clock pada saat karyawan pulang. Padahal seharusnya lembur sudah terencana dan dapat ditentukan kapan selesainya waktu lembur. Terkadang perusahaan tidak membandingkan jam pulang kerja lembur karyawan dengan SPL yang telah dibuat sebelumnya. Akibatnya berapapun jam pulang karyawan akan terbayar tanpa memperhatikan SPL. Dengan begini kontrol terhadap kegiatan lembur tidak terlaksana.


Menentukan job desc dengan tepat

Hal yang paling mendasar dalam kegiatan lembur adalah apa yang akan dilakukan karyawan saat lembur. Setelah 8 jam bekerja seorang karyawan akan lebih lelah dan performa kerjanya akan menurun. Apabila tugas kerja lembur tidak ditentukan dengan jelas maka pekerjaan lembur yang dilakukan juga akan menjadi tidak jelas, sehingga target kerja juga tidak dapat diukur. Pada akhirnya lembur akan lama dan menjadi sia sia.


Melakukan pengalokasian sumber daya dengan tepat

Agar lembur dapat menjadi maksimal maka sumber daya yang digunakan harus dialokasikan dengan tepat. Pengalokasian departemen yang akan melakukan lembur haruslah departemen yang terkait dengan pekerjaan yang dilakukan. Selain pengalokasian sumber daya manusia, pengalokasian sumber daya lain seperti mesin dan fasilitas pendukung lainnya juga harus diperhatikan agar dapat melakukan pekerjaan yang efektif.


Lembur memang hal yang tidak bisa dihindari bagi setiap perusahaan. Namun karena lembur dapat mengakibatkan timbulnya biaya, maka lembur hendaknya dikelola dan dikontrol dengan tepat agar biaya yang timbul tidak bengkak. Salah satu pengelolaan lembur yang baik adalah membandingkan jam pulang karyawan dengan dokumen SPL yang telah dibuat. Anda dapat menggunakan sistem penggajian dan human resource seperti JPayroll untuk membantu anda dalam melakukan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih baik. Tertarik untuk mencoba pengalaman terbaik dalam pengelolaan sumber daya manusia dengan aplikasi JPayroll? Hubungi kami. Tim kami akan dengan senang hati membantu anda.

Author


Avatar