Pajak

Perubahan PTKP 2016 : Cermati Dampak Perubahan dan Perhitunganya

Seperti yang telah dilansir dalam situs Kementrian Keuangan Republik Indonesia, Kemenkeu – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui usulan pemerintah untuk menaikkan Penerimaan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebesar 50 persen pada tahun 2016. Dengan demikian, besaran PTKP untuk tahun 2016 menjadi Rp54 juta per tahun, atau Rp4,5 juta per bulan.

Dengan kenaikan tersebut, secara rinci, jumlah PTKP untuk Wajib Pajak (WP) dengan status tidak kawin (TK/0) menjadi Rp54 juta per tahun. Untuk WP dengan status kawin tanpa tanggungan/anak (K/0) menjadi Rp58,5 juta per tahun; WP dengan status kawin dengan satu tanggungan/anak (K/1) menjadi Rp63 juta per tahun; WP dengan status kawin dengan dua tanggungan/anak (K/2) menjadi Rp67,5 juta per tahun; dan WP dengan status kawin dengan tiga tanggungan/anak (K/3) menjadi Rp72 juta per tahun.

Kenaikan PTKP ini sendiri diusulkan mulai berlaku pada Bulan Januari 2016. Namun demikian, pengumuman kenaikan secara resmi baru akan dilakukan pada Bulan Juni 2016 mendatang bersamaan dengan diterbitkanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur perubahan tersebut. Hal ini sama dengan perubahan PTKP 2015 dimana perubahan berlaku surut mulai Januari 2015 dan dilakukan pada Juni 2015. Dengan adanya perubahan ini berarti wajib pajak yang telah melakukan pemotongan dan pelaporan pajak PPh Pasal 21 harus melakukan perhitungan pajak pph pasal 21- nya kembali. Atas perubahan tersebut dapat menimbulkan selisih. Atas perubahan tersebut wajib pajak juga harus melaporkan kembali SPT PPh Pasal 21 dan apabila terdapat kelebihan pembayaran pajak wajib pajak dapat mekompensasikan kelebihan pembayaran tersebut pada masa selanjutnya.

Perhitungan kembali PPh21 atas Perubahan PTKP kini telah dapat diakomodasi oleh aplikasi JPayroll. Dengan menggunakan aplikasi JPayroll sistem akan melakukan perhitungan secara otomatis dengan mengacu pada PTKP yang baru. Hal ini akan membuat perusahaan lebih mudah dalam melakukan perhitungan PPh Pasal 21 dan pelaporannya karena aplikasi JPayroll dapat langsung terintegrasi dengan aplikasi E-SPT yang telah disediakan oleh dirjen pajak.

Author


Avatar