Employee Data

One Month Notice : Waktu Maksimal atau Minimal Untuk Karyawan Mengajukan Resign?

Menciptakan suasana kerja yang baik merupakan hal yang harus diperhatikan dalam suatu perusahaan. Suasana kerja yang baik akan meningkatkan loyalitas karyawan. Namun adakalanya saat karyawan merasa harus resign dari kantor. Banyak hal yang melatarbelakangi keputusan tersebut, misalnya ia mendapatkan tawaran pekerjaan lain dengan gaji yang lebih tinggi atau sekadar mencari tantangan yang baru.

Menurut UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan pasal 162, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum keluar dari suatu perusahaan. Hal-hal tersebut antara lain :

  • Permohonan pengunduran diri seorang karyawan harus melalui surat tertulis yang diajukan selambat-lambatnya 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri
  • Permohonan pengunduran diri harus berasal dari diri sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain
  • Karyawan yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri sesuai dengan aturan yang berlaku (baik sesuai undang-undang maupun dengan aturan yang berlaku di dalam perusahaan)

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah surat pengunduran diri harus diajukan selambat-lambatnya 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri. Hal ini yang biasanya disebut one month notice. Namun rupanya belum banyak karyawan yang memahami konsep ini sehingga saat mereka ingin mengajukan resign, surat pengunduran diri justru diberikan dalam waktu kurang dari satu bulan. Hal ini akan berakibat pihak perusahaan akan kesulitan untuk mencari pengganti karyawan tersebut, terutama untuk yang telah memiliki jabatan tinggi, hingga akhirnya permohonan pengunduran diri tidak dikabulkan.

Lalu sebenarnya, apa maksud dari penetapan aturan one month notice ini? Seperti yang telah disinggung diatas, one month notice memungkinkan pihak perusahaan untuk melakukan rencana recruitment. Ketika karyawan yang lama ingin keluar, perusahaan pasti akan melakukan recruitment untuk mengisi posisi yang kosong. Dengan alur seperti ini, proses bisnis perusahaan akan tetap terjaga.

Saat karyawan memutuskan keluar namun memberikan surat pengunduran diri tiga atau dua minggu sebelum keluar, perusahaan akan semakin sulit untuk melakukan proses recruitment. Seperti pada umumnya suatu aktivitas, recruitment membutuhkan perencanaan yang matang dan eksekusi yang baik. Sehingga perusahaan akan mendapatkan karyawan dengan kualitas yang diinginkan. Ketika perusahaan sulit untuk memutuskan recruitment, surat pengunduran diri karyawan akan dipertimbangkan dan bisa jadi tidak akan disetujui dengan alasan tidak adanya karyawan lain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.

Ada baiknya, saat memutuskan untuk resign, karyawan memperhatikan terlebih dahulu perjanjian kerja yang ada di kontrak kerja. Perhatikan pula batas waktu pengajuan surat pengunduran diri sehingga bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Perlu diketahui bahwa tidak semua perusahaan menetapkan one month notice. Perusahaan akan menyesuaikan batas waktu pengajuan surat pengunduran diri karyawan berdasarkan proses bisnis dan kondisi perusahaan.

Selain memperhatikan kontrak kerja kembali, ada baiknya karyawan yang berniat untuk resign berkonsultasi terlebih dahulu kepada pihak HRD (Human Resource Departement). Konsultasikan mengenai batas waktu pengajuan surat pengunduran diri yang ideal. Sehingga ketika karyawan meninggalkan kantor, ia bisa meninggalkan kantor dengan kesan yang baik dan perusahaan akan mendapatkan karyawan baru yang sesuai sehingga tidak menganggu proses bisnis perusahaan tersebut. 

Author


Avatar