Leaves

Saatnya Menghapus Fenomena Bolos Kerja Setelah Libur Panjang

Menjalani rutinitas sehari-hari seperti bekerja pastinya melelahkan. Tidak hanya melelahkan, bekerja juga membuat pikiran menjadi stres. Disaat badan dan pikiran kelelahan, liburan mungkin menjadi salah satu cara untuk menyegarkannya kembali.

Momen libur natal dan tahun baru banyak dimanfaatkan karyawan dimana pun untuk berlibur dan menyegarkan pikiran dari rutinitas sehari-hari. Liburan panjang memang sangat dinantikan bagi sebagian orang. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada dapat berkumpul bersama keluarga dan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Namun dibalik sejuta manfaat dari liburan, libur panjang justru dapat menganggu kesehatan.

Dilansir dari detik.com, tim peneliti dari University of Liverpool, mengamati perubahan dari 28 partisipan yang sehat dan bugar dengan usia rata-rata 25 tahun. Partisipan ini diminta untuk menggunakan alat pengukur aktivitas fisik kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan ini dilakukan sebanyak dua kali dengan selang waktu 2 minggu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa saat partisipan berhenti melakukan aktivitas sehari-hari termasuk libur dari pekerjaan, partisipan justru menunjukkan penurunan massa otot dan peningkatan lemak tubuh total. Lemak yang terdapat pada tubuh partisipan cenderung berkumpul di area perut, hal ini menjadi salah faktor utama penyebab beberapa penyakit kronis.

Lebih lanjut peneliti mengatakan hal ini disebabkan karena selain berhenti beraktivitas seperti bekerja, orang yang mendapatkan liburan cenderung juga berhenti berolahraga. Selain itu, ketika seseorang berlibur, mereka cenderung tidak banyak bergerak sehingga penumpukan lemak akan terjadi.

Dengan kondisi tersebut, liburan memang aktivitas yang menyenangkan namun juga harus dilakukan dengan porsi yang tepat agar tidak merugikan. Oleh karena itu, memperpanjang waktu libur dari waktu yang ditentukan bukanlah ide yang tepat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa bekerja setelah tubuh terbiasa bermalas-malasan saat liburan memang berat. Namun membolos saat hari pertama bekerja juga dapat menambah masalah kesehatan dan tentunya masalah dengan atasan.

Selain masalah kesehatan, membolos saat hari pertama bekerja akan menimbulkan banyak masalah lain. Salah satunya adalah deadline pekerjaan. Tidak masuk kerja bukan berarti deadline dari atasan juga akan mundur seiring keinginan Anda untuk menambah jatah liburan. Deadline akan tetap ada pada tempatnya dan pekerjaan Anda akan semakin banyak. Masalah lain adalah semangat kerja yang menurun. Semakin menurunnya semangat kerja, bisa jadi target di tahun baru yang sudah Anda rancang juga mungkin tidak akan tercapai.

Oleh karena itu, daripada membuang-buang waktu dirumah dan melewatkan hari pertama kerja di tahun 2018, ada baiknya Anda masuk ke kantor. Jangan memulai pekerjaan yang terlalu berat, mulailah pekerjaan yang ringan. Selain itu, berbagi pengalaman dan mungkin oleh-oleh dari luar kota dengan teman sekantor mungkin dapat menjadi agenda sebelum memulai pekerjaan. Jadi, mau tetap membolos di hari pertama kerja?

Author


Avatar