HR Update

5 Dampak Fatal yang Terjadi Akibat Kesalahan Perhitungan Gaji / Payroll

Tidak dapat dipungkiri biaya gaji/tenaga kerja/payroll merupakan salah satu biaya paling besar yang dikeluarkan oleh perusahaan.  Biaya yang dikeluarkan setiap bulan ini adalah biaya penggerak perusahaan yang utama. Tanpa adanya tenaga kerja maka bisnis perusahaan tidak dapat berjalan dengan baik. Perhitungan payroll setiap bulan terkadang menjadi hal yang horor bagi staf departemen payroll dan HRD karena meskipun dilakukan setiap bulan, kasus khusus yang bisa jadi menimbulkan kesalahan perhitungan dapat terjadi. Kesalahan kesalahan ini bisa saja muncul secara tidak terduga baik itu kesalahan yang bersifat human error ataupu  kesalahan sistem yang digunakan. Berikut ini adalah 5 dampak fatal yang terjadi akibat kesalahan payroll :

 

Pembayaran gaji terlambat

Chaos atau kekacauan yang ditimbulkan akibat kesalahan perhitungan gaji akan memberikan banyak dampak salah satunya adalah keterlambatan pembayaran gaji.  Apabila kesalahan ditemukan sebelum jumlah gaji ditransfer ke bank maka koreksi haruslah secepatnya dilakukan. Namun mencari dimana letak kesalahan dan mencari apa yang mengakibatkan kesalahan tersebut muncul bukanlah perkara mudah.  Butuh waktu untuk melakukan trace back kedalam perhitungan yang telah dilakukan. Apalagi apabila anda menggunakan formula spreadsheet yang melibatkan multiple sheet atau multiple files. Proses pencarian dumber masalah ini juga memerlukan waktubdan ketelitian dampaknya adalah pembayaran gaji yang di tunda sampai masalah tersebut terselesaikan.  

 

Protes karyawan / SPSI

Saat pembayaran gaji terlambat atau terdapat oerhitungan yang kurabg tepat. Tentu karyawan sebagai penerima penghasilan akan mempertanyakan kesalahan tersebut kepada pihak perusahaan. Apabila hanya 1 atau 2 orang yang salah maka dapat dijelaskan dengan mudah namun apabila kesalahan ini berdampak pada jumlah karyawan yang banyak maka masalah akan semakin sulit.  Belum lagi saat masalah ini dibawa ke serikat pekerja dan membawa masalah ini ke ranah hukum. Tentu akan menjadi horor yang sangat menakutkan bagi anda.

 

Kehilangan karyawan potensial

Apabila kesalahan ini dilakukan lebihbdari satu kali. Tidak menutup kemungkinan karyawan akan merasa kecewa dan mengajukan resign atas kejadian ini. Karyawan dapat merasa hasil kerja mereka tidak dihargai padahal mereka bekerja dituntut untuk menghasilkan sesuatu yang bebas dari kesalahan. Kehilangan ini bisa saja terjadi kepada karyawan yang sebenarnya memiliki potensi.  Kehilangan karyawan seperti ini tentu akan merugikan perusahaan karena belum tentu akan mendapatkan pengganti yang memiliki kualitas sepadan.

 

Kerugian finansial perusahaan

Ada dua kemungkinan saat terjadi kesalahan perhitungan setelah nilai tersebut selesai di transfer.  1) nilai yang ditransfer kurang dan 2) nilai yang ditransferkan lebih dari nilai yang seharusnya. Apabila yang terjadi adalah kondisi dimana kesalahan nilai yang ditransferkan lebih besar dari yang seharusnya maka perusahaan juga akan merugi karena mentrasferkan nilai yang tidak seharusnya ditransfer.

 

Pengenaan Denda

Berdasarkan undang undang no.  13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Perusahaan yang terlambat membayar gaji karyawan dikenakan denda. Pengenaan denda tersebut tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar upah kepada pekerja/buruh. Pasal 93 ayat 2 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK)mengatakan, Pengusaha yang karena kesengajaan atau kelalaiannya mengakibatkan keterlambatan pembayaran upah, dikenakan dendasesuai dengan persentase tertentu dari upah pekerja/buruh. Denda yang dimaksud dikenakan dengan ketentuan (lihat Pasal 55 ayat 1 Peraturan Pemerintah No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan/PP Pengupahan):

 

  1. mulai dari hari keempat sampai hari kedelapan terhitung tanggal seharusnya Upah dibayar, Pengusaha dikenakan denda sebesar 5% (lima persen) untuk setiap hari keterlambatan dari Upah yang seharusnya dibayarkan;
  2. sesudah hari kedelapan, apabila Upah masih belum dibayar, Pengusaha dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a ditambah 1% (satu persen) untuk setiap hari keterlambatan dengan ketentuan 1 (satu) bulan tidak boleh melebihi 50% (lima puluh persen) dari Upah yang seharusnya dibayarkan; daan
  3. sesudah sebulan, apabila Upah masih belum dibayar, maka Pengusaha dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b ditambah bunga sebesar suku bunga yang berlaku pada bank pemerintah.

 

Pengenaan denda sebagaimana dimaksud di atas tidak menghilangkan kewajiban Pengusaha untuk tetap membayar Upah kepada Pekerja/Buruh (lihat Pasal 55 ayat 2 PP Pengupahan)

 

Horor akibat kesalahan perhitungan gaji memang sangat mengerikan.  Banyak cara untuk menghindari kesalahan perhitungan penggajian seperti meningkatkan ketelitian dan melakukan pengecekan ulang terhadap setiap rumus yang kita setting juga pengecekan terhadap data data yang digunakan untuk melakukan perhitungan gaji.

Author


Avatar