Employee Data

Langkah langkah melakukan analisa employee turn over / turn over karyawan.

Rasio employee turn over merupakan sebuah analisa kritikal yang harus dilakukan oleh perusahaan, terutama apabila perusahaan anda telah memiliki jumlah karyawan yang cukup besar. Menganalisa rasio employee turn over akan memberi tahu kepada kita apakah karyawan cukup nyaman dengan lingkungan kerja di perusahaan. Lingkungan kerja yang baik akan membuat kinerja karyawan semakin baik karena karyawan merasa nyaman untuk menghabiskan 1/3 waktunya dalam sehari untuk bekerja. Lalu pertanyaanya bagaimana caranya menghitung rasio turn over karyawan? Anda dapat melakukan analisa perhitungan perputaran karyawan dalam suatu periode tertentu. Umumnya analisa ini dilakukan setiap tahun namun anda juga dapat melakukanya setiap 3 bulan atau bahkan setiap bulan. Berikut ini adalah langkah langkah yang dapat anda lakukan untuk menganalisa rasio perputaran karyawan.



  1. Data karyawan masuk

Untuk dapat menghitung rasio perputaran karyawan anda membutuhkan data karyawan masuk. Data ini menunjukkan kan seberapa besar regenerasi karyawan baru diperusahaan anda.  Karyawan baru masuk dapat dibedakan menjadi 2 yaitu karyawan yang menggantikan posisi karyawan yang telah berhenti atau penambahan karyawan karena kapasitas pekerjaan yang tidak mumpuni.


  1. Data karyawan keluar

Data karyawan keluar menunjukan seberapa besar karyawan yang berhenti di perusahaan anda.  Terdapat 2 jenis karyawan keluar voluntary dan involuntary. Voluntary berarti karyawan yang berhenti bekerja karena alasan pribadi karyawan tanpa ada paksaan dari pihak perusahaan.  Voluntary bisa terjadi karena karyawan tidak nyaman dengan kondisi perusahaan, mendapatkan tawaran pekerjaan yang lebih baik, melanjutkan pendidikan atau faktor eksternal lainya. Sementara involuntary adalah alasan karyawan berhenti bekerja karena adanya keinginan dari perusahaan.  Penyebab involuntary pun beragam mulai dari performa karyawan yang kurang bagus, perampingan karyawan, mutasi dll.


  1. Data karyawan pada awal periode

Data karyawan pada awal periode adalah jumlah karyawan aktif pada awal periode anda melakukan perhitungan rasio perputaran karyawan.  Anda dapat mengambil data ini dari tanggal 1 januari atau pada awal periode penggajian di perusahaan anda apabila cut off periode penggajian dilakukan diluar tanggal 1 –  30. Data karyawan awal periode diambil tanpa memperhitungkan data karyawan yang telah masuk atau keluar.


  1. Data karyawan akhir periode

Data karyawan akhir periode adalah jumlah karyawan aktif pada akhir periode anda melakukan perhitungan rasio perputaran karyawan.  Anda dapat mengambil data pada tanggal 31 desember atau akhir periode penggajian anda apabila anda ingin menghitung rasio perputaran karyawan dalam setahun. Apabila anda ingin melakukan perhitungan setiap 3 bulan sekali anda dapat mengambil data karyawan pada akhir periode triwulan.  


Rasio perputaran karyawan dapat memberi anda informasi untuk anda analisa.  Dengan mendapatkan nilai rasio perputaran karyawan anda dapat menganalisa penyebab karyawan berhenti bekerja.

Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya turnover, antara lain yaitu:


  • Usia. Karyawan yang lebih muda lebih tinggi kemungkinannya untuk keluar. Tingkat turnover yang cenderung tinggi pada karyawan berusia muda disebabkan karena mereka masih memiliki keinginan untuk mencoba pekerjaan. 

  • Lama kerja. Turnover lebih banyak terjadi pada karyawan dengan masa kerja lebih singkat. Interaksi dengan usia dan kurangnya sosialisasi awal merupakan keadaan yang memungkinkan untuk terjadinya turnover.

  • Beban kerja. Akibat beban kerja yang terlalu berat dapat mengakibatkan seorang pekerja menderita gangguan atau penyakit akibat kerja. 

  • Faktor lingkungan. Lokasi yang menyenangkan akan menarik bagi karyawan, demikian juga dengan lingkungan fisik yang dapat berpengaruh pada turnover karyawan. 

  • Kepuasan Kerja. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat turnover dipengaruhi oleh kepuasan kerja seseorang. 

  • Kepuasan gaji. Kepuasan kerja karyawan dianggap sebagai penyebab turnover, namun persepsi karyawan terhadap perlakuan tidak adil dalam hal kompensasi menjadi penyebab lebih kuat. g. Faktor organisasi. Didapatkan bahwa ketika pendatang baru memiliki profil nilai mendekati profil nilai organisasi, maka kemungkinan untuk tetap bertahan di tempat kerja lebih besar.

Author


Avatar