Employee Data

Mengenal Gamification, Teknik Game yang Berguna Untuk Pengembangan Karyawan

Siapa yang tidak suka bermain games? Hampir semua kalangan kini memainkanya dimanapun dan kapanpun. Bermain games tidak hanya dilakukan oleh anak anak tetapi juga orang dewasa bahkan orang tua. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan perkembangan gadget, kini fenomena bermain games nampaknya begitu menggurita hingga kesemua kalangan. Tetapi ada satu hal yang menarik dari bermain games. Yaitu bermain games untuk meningkatkan kualitas karyawan. Memang sedikit terdengar aneh tetapi kini sebuah teknik pengembangan karyawan berbasis game menjadi sebuah teknik yang menarik untuk dicoba. Teknik tersebut bernama gamification, proses menggunakan mekanisme atau aturan yang ada di dalam permainan pada aktivitas atau konteks non-permainan. Teknik ini sangat berguna bila diaplikasikan kedalam training karyawan. Teknik
ini bekerja dengan menggunakan elemen-elemen yang ada di dalam permainan, seperti poin, badge, leaderboard, dan achievement. Elemen-elemen inilah yang akan memancing pengguna untuk saling berinteraksi satu sama lain dan bersaing untuk menjadi yang terdepan. Elemen elemen tersebut dapat diaplikasikan sebagai berikut :

Badges, dengan adanya badges karyawan akan merasa mendapatkan suatu penghargaan atas apa yang dilakukannya, hal ini serupa dengan selayaknya kompensasi yang ia dapat atas pekerjaan yang dilakukannya selama 1 bulan waktu kerja. Karena itulah harus adanya suatu penghargaan agar karyawan merasa dihargai atas apa yang dilakukannya untuk perusahaan. Contoh penerapannya sendiri apabila dilakukan training untuk karyawan adalah, 1st Attendance(karyawan pertama yang hadir dalam training), Speak Out!(karyawan teraktif saat trainingĀ berlangsung), ataupun juga Best Group (grup karyawan dalam training terbaik).

Leaderboards, menampilkan hasil pencapaian dari seluruh karyawan antara satu karyawan dengan karyawan yang lainnya dengan urutan ranking tertinggi dan terendah. Leaderboards sendiri dapat memacu kompetisi yang positif antar karyawan apabila diterapkan.

Quest, selain sebagai arahan atas apa yang harus dilakukan karyawan dalam training nantinya, quest juga dapat digunakan oleh pihak HRD sebagai tolak ukur performansi dari karyawan saat training. Berapa banyak quest yang dapat diselesaikan, dan juga sejauh mana keberhasilannya saat menjalankan hal tersebut.

Sampai dengan saat ini, metode gamification tersebut telah sukses diaplikasikan di berbagai lingkungan perusahaan di berbagai negara, seperti halnya Xerox (merupakan metode yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk pelatihan bagi para manajernya); Siemens PlantVille (game online ini bisa membawa keuntungan selain untuk peningkatan brand awareness dari Siemens, juga dapat memberikan edukasi bagi karyawan dan bahkan
masyarakat luas melalui kegiatan simulasi mengenai cara mengelola suatu industri); IBM INNOV8 2.0 (game yang memuat fokus simulasi terhadap pemahaman bagaimana Business Process Management mempengaruhi keseluruhan ekosistem dalam bisnis). Selain beberapa contoh penerapan gamification di atas, sudah mulai bermunculan beberapa pelaku industri di bidang gamification, diantaranya adalah BigDoor dan uBoost, dan
sebagainya.

Ariadinata, Jumali (2012), Gamification: Teknik Game Design untuk Kemudahan Training
Karyawan, [online]
https://www.kompasiana.com/zuma_lee/551ad771a33311ec21b65a16/gamification-teknik-game-design-untuk-kemudahan-training-karyawan
[02 nov 2018]

https://id.techinasia.com/gamification-di-dalam-perusahaan/amp/

Author


Avatar