Your address will show here +12 34 56 78
Employee Data
Akhir tahun merupakan momen yang berkesan bagi semua orang termasuk para pekerja atau
karyawan. Momen akhir tahun yang dekat dengan perayaan hari natal erat kaitanya dengan
libur akhir tahun. Biasanya karyawan mengambil cuti yang cukup panjang untuk berlibur dan
merelaksasikan pikiran setelah penat bekerja selama setahun. Tidak hanya lekat dengan cuti
dan liburan akhir tahun juga merupakan momen yang ditunggu oleh karyawan karena biasanya
pada akhir tahun karyawan akan menerima penghasilan tambahan berupa bonus akhir tahun.
Apabila kamu adalah salah satu karyawan yang menerima bonus akhir tahun maka
bergembiralah atas kabar baik tersebut. Tapi meskipun kamu menerima penghasilan lebih
diluar penghasilan bulanan kamu. Jangan sampai terlena dan menghabiskan bonus mu hanya
untuk bersenang senang. Kelola bonusmu dengan baik untuk menyongsong tahun baru yang
akan datang. Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam mengelola bonus secara
bijak :
1. Liburan penting, tapi jangan sampai meludes bonusmu sampai
habis.
Biasanya karyawan akan mengambil cuti panjang dan berlibur pada akhir tahun. Meskipun
sudah direncanakan dari jauh hari namun penghasilan bonus sebaiknya tidak digunakan semua
hanya untuk liburan. Liburan sangat penting bagi karyawan untuk menyegarkan kembali pikiran
setelah penat bekerja selama setahun. Rencanakan liburanmu lengkap dengan breakdown
budgeting agar pengeluaran saat berlibur dapat dikendalikan. Apabila kamu tidak melakukan
perencanaan dengan baik maka pengeluaran saat berlibur dapat dengan liar keluar begitu saja.
2. Sisihkan untuk tabungan
Meskipun pengeluaran untuk liburan cukup besar namun kamu juga harus bijak untuk tidak
menggunakan seluruh bonus kamu untuk kebutuhan liburan. Dari hasil perencanaan yang
sudah dibuat sisihkan sisanya untuk menambah tabungan kamu. Salah satu perencanaan

keuangan yang baik adalah sebaiknya seseorang menyisihkan sebagian uangnya untuk
tabungan dan dapat menggunakannya sebagai biaya tak terduga. Setidaknya seorang
karyawan harus mempunyai dana simpanan untuk keperluan tak terduga sebesar 3 hingga 10
kali lipat dari rata-rata penghasilan bulanan. kamu bisa menyisihkan uang bonus kamu untuk
disimpan sebagai tabungan atau uang jaga – jaga apabila ada kebutuhan yang
tak terduga.
3. Sisihkan untuk investasi
Apabila kamu sudah merasa uang tabungan kamu masih cukup sementara bonus kamu masih
sisa. Tidak ada salahnya untuk menggunakan sisa bonus kamu untuk investasi. Meski kecil
investasi diperlukan untuk kebutuhan masa depan. Kamu dapat mengalokasikan dana tidak
terpakai kamu dari sisa hasil bonus untuk berbagai instrumen investasi yang ada seperti
asuransi, pasar modal, pasar uang, dsb.
Tentunya menyenangkan mendapatkan bonus di akhir tahun. Namun jangan sampai hal itu
membuatmu lupa diri dan menggunakannya untuk hal-hal yang kurang penting. Manfaatkan
bonus akhir tahun yang kamu nanti-nantikan itu untuk hal-hal yang bermanfaat dan
menguntungkan, apalagi demi masa depanmu. Selamat atas bonus akhir tahunmu!
0

Employee Data
Bonus dalam sisi HR berarti pemberian penghasilan tambahan oleh perusahaan kepada
karyawan atas penghargaan karena telah memberikan kontribusi lebih bagi perusahaan. Bonus
biasanya diberikan kepada karyawan yang mampu memberikan hasil lebih untuk perusahaan
diluar target yang telah ditetapkan. Pemberian bonus dilakukan secara berkala bisa tahunan,
semester, triwulan, bahkan bulanan. Pemberian bonus yang sifatnya rutin biasanya diberikan
kepada karyawan yang hasil pekerjaannya dapat diukur dengan parameter yang jelas seperti
sales yang diukur dari hasil penjualan, operator produksi yang diukur dari hasil produksi, dll.
Bonus terkadang juga diberikan kepada pegawai lain yang tidak berhubungan langsung dengan
produk perusahaan seperti department akuntansi, HRD, IT, Legal, dll. Meskipun tidak
berhubungan langsung dengan produk yang dijual oleh perusahaan namun sebaiknya bonus
diberikan secara adil dan merata untuk semua pegawai. Artinya setiap pegawai di perusahaan
mendapatkan kesempatan yang sama untuk bonus. Hal ini akan memacu karyawan dalam
memaksimalkan potensi mereka sehingga dapat memacu kinerja perusahaan. Menentukan
bonus untuk karyawan merupakan PR tersendiri bagi pemilik usaha dan HR department.
Secara umum tidak ada peraturan dalam Undang-Undang Tenaga Kerja yang secara khusus
mengatur mengenai pembagian bonus suatu perusahaan. Dengan demikian tidak ada patokan
yang khusus mengenai jenis-jenis bonus yang seharusnya diberikan perusahaan untuk
karyawan.
Perusahaan bisa menerapkan kebijakan berbeda-beda mengenai bonus yang mereka berikan
kepada karyawan mereka. Cara menetapkan bonus karyawan biasanya sangat bergantung
pada profit yang dapat dihasilkan oleh usaha Anda. Meski demikian, terdapat beberapa kaidah-
kaidah etik normatif yang seharusnya bisa Anda jadikan panduan dalam hal menetapkan bonus
karyawan.

Presentase Gaji – Biaya Denda Sanksi
Sistem ini berarti bonus yang diberikan sangat bergantung dengan gaji pokok, lama masa kerja
dan tingkat kedisiplinan masing-masing karyawan. Semakin lama bekerja, jumlah presentase
bonus yang diberikan akan lebih besar. Selain itu, semakin tinggi jabatan maka akan lebih
besar pula presentase bonusnya. Tingkatan presentase dapat Anda tentukan sendiri.

Misalnya saja seperti berikut:
  • ● Masa Kerja
  • ● Kerja < 1 tahun, 90%
  • ● Kerja 1 – 2 tahun, 100%
  • ● Kerja 2 – 4 tahun 110%
  • ● Kerja 4 – 6 tahun 120%
  • ● Dst
Jabatan
  • ● Operator pelaksana 80%
  • ● Foreman 90%
  • ● Supervisor 100%
  • ● Superintenden 110%
  • ● Manager 120
Dari situ cara menetapkan bonus karyawan bisa dilakukan dengan cara gaji bulanan x
presentase jabatan x presentase jabatan. Selanjutnya, dari bonus tersebut diperhitungkan pula
bagaimana catatan kedisplinan karyawan.
  • ● Tanpa sanksi 100%
  • ● Sanksi gol. 1 90%
  • ● Sanksi gol. 2 80%
  • ● Sanksi gol. 3 70%
Rumusnya, tinggal kalikan saja bonus dengan presentase sanksi.
– Sistem Pembagian Keuntungan
Sistem ini sangat bergantung dengan jumlah laba bersih perusahaan tiap tahunnya. Dengan
demikian, jumlahnya tidak bisa ditentukan sama tiap tahun. Etikana, jumlah laba bersih yang
di¬bagi ke karyawan ialah 10%-nya.
Namun, tak jarang pula perusahaan hanya membagikan lebih sedikit keuntungan karyawan,
misal hanya 7,5%; 5%; atau bahkan hanya 2,5%. Selanjutnya jumlah laba bersih tersebut dibagi
berdasarkan jumlah karyawan perusahaan.
Rumusnya: Laba bersih x Presentase untuk Pegawai : Jumlah Pegawai
Pemberian bonus memang sangat tergantung pada kebijakan masing-masing pemilik bisnis
dan perusahaan. Meski demikian, parameter-parameter di atas setidaknya bisa memberi
gambaran mengenai cara menetapkan bonus karyawan yang lebih efektif.

Sumber :
http://pakarkinerja.com/cara-menyusun-sistem-pembagian-bonus-kepada-karyawan/
0

Paste your AdWords Remarketing code here