Employee Data

Cara Menyusun Sistem Pembagian Bonus Akhir Tahun

Bonus dalam sisi HR berarti pemberian penghasilan tambahan oleh perusahaan kepada
karyawan atas penghargaan karena telah memberikan kontribusi lebih bagi perusahaan. Bonus
biasanya diberikan kepada karyawan yang mampu memberikan hasil lebih untuk perusahaan
diluar target yang telah ditetapkan. Pemberian bonus dilakukan secara berkala bisa tahunan,
semester, triwulan, bahkan bulanan. Pemberian bonus yang sifatnya rutin biasanya diberikan
kepada karyawan yang hasil pekerjaannya dapat diukur dengan parameter yang jelas seperti
sales yang diukur dari hasil penjualan, operator produksi yang diukur dari hasil produksi, dll.
Bonus terkadang juga diberikan kepada pegawai lain yang tidak berhubungan langsung dengan
produk perusahaan seperti department akuntansi, HRD, IT, Legal, dll. Meskipun tidak
berhubungan langsung dengan produk yang dijual oleh perusahaan namun sebaiknya bonus
diberikan secara adil dan merata untuk semua pegawai. Artinya setiap pegawai di perusahaan
mendapatkan kesempatan yang sama untuk bonus. Hal ini akan memacu karyawan dalam
memaksimalkan potensi mereka sehingga dapat memacu kinerja perusahaan. Menentukan
bonus untuk karyawan merupakan PR tersendiri bagi pemilik usaha dan HR department.
Secara umum tidak ada peraturan dalam Undang-Undang Tenaga Kerja yang secara khusus
mengatur mengenai pembagian bonus suatu perusahaan. Dengan demikian tidak ada patokan
yang khusus mengenai jenis-jenis bonus yang seharusnya diberikan perusahaan untuk
karyawan.
Perusahaan bisa menerapkan kebijakan berbeda-beda mengenai bonus yang mereka berikan
kepada karyawan mereka. Cara menetapkan bonus karyawan biasanya sangat bergantung
pada profit yang dapat dihasilkan oleh usaha Anda. Meski demikian, terdapat beberapa kaidah-
kaidah etik normatif yang seharusnya bisa Anda jadikan panduan dalam hal menetapkan bonus
karyawan.

Presentase Gaji – Biaya Denda Sanksi
Sistem ini berarti bonus yang diberikan sangat bergantung dengan gaji pokok, lama masa kerja
dan tingkat kedisiplinan masing-masing karyawan. Semakin lama bekerja, jumlah presentase
bonus yang diberikan akan lebih besar. Selain itu, semakin tinggi jabatan maka akan lebih
besar pula presentase bonusnya. Tingkatan presentase dapat Anda tentukan sendiri.

Misalnya saja seperti berikut:

  • ● Masa Kerja
  • ● Kerja < 1 tahun, 90%
  • ● Kerja 1 – 2 tahun, 100%
  • ● Kerja 2 – 4 tahun 110%
  • ● Kerja 4 – 6 tahun 120%
  • ● Dst
Jabatan
  • ● Operator pelaksana 80%
  • ● Foreman 90%
  • ● Supervisor 100%
  • ● Superintenden 110%
  • ● Manager 120
Dari situ cara menetapkan bonus karyawan bisa dilakukan dengan cara gaji bulanan x
presentase jabatan x presentase jabatan. Selanjutnya, dari bonus tersebut diperhitungkan pula
bagaimana catatan kedisplinan karyawan.
  • ● Tanpa sanksi 100%
  • ● Sanksi gol. 1 90%
  • ● Sanksi gol. 2 80%
  • ● Sanksi gol. 3 70%
Rumusnya, tinggal kalikan saja bonus dengan presentase sanksi.
– Sistem Pembagian Keuntungan
Sistem ini sangat bergantung dengan jumlah laba bersih perusahaan tiap tahunnya. Dengan
demikian, jumlahnya tidak bisa ditentukan sama tiap tahun. Etikana, jumlah laba bersih yang
di¬bagi ke karyawan ialah 10%-nya.
Namun, tak jarang pula perusahaan hanya membagikan lebih sedikit keuntungan karyawan,
misal hanya 7,5%; 5%; atau bahkan hanya 2,5%. Selanjutnya jumlah laba bersih tersebut dibagi
berdasarkan jumlah karyawan perusahaan.
Rumusnya: Laba bersih x Presentase untuk Pegawai : Jumlah Pegawai
Pemberian bonus memang sangat tergantung pada kebijakan masing-masing pemilik bisnis
dan perusahaan. Meski demikian, parameter-parameter di atas setidaknya bisa memberi
gambaran mengenai cara menetapkan bonus karyawan yang lebih efektif.

Sumber :
http://pakarkinerja.com/cara-menyusun-sistem-pembagian-bonus-kepada-karyawan/

Author


Avatar