Your address will show here +12 34 56 78
HR Update

Perkembangan teknologi saat ini mengalami peningkatan yang sangat cepat. Terjadinya industri 4.0 memacu industri teknologi untuk semakin berkembang dengan sangat cepat. Berbagai teknologi dikembangkan untuk memudahkan pengguna dalam melaksanakan aktivitas sehari hari. Tak terkecuali teknologi di bidang HR. Inovasi inovasi terbaru untuk teknologi di bidang HR juga kian berkembang. Untuk dapat membantu operasional HR di perusahaan serta meningkatkan kualitas performa HR yang ada di perusahaan. Dan di tahun 2019 ini teknologi di bidang HR semakin maju. Berikut beberapa teknologi HR yang mungkin dapat diaplikasikan di perusahaan anda :


Cloud based HR system

Saat ini teknologi Cloud bukanlah hal yang asing dan telah menjadi hal yang sangat umum.  Terutama HR system, sebuah teknologi wajib untuk digunakan oleh HR department. Hr system akan membantu anda dalam pengelolaan karyawan yang lebih baik.  Dengan menggunakan HR system anda dapat mengelola data kepegawaian, kehadiran, izin, cuti, lembur, perhitungan gaji, pajak PPh 21, Hingga perhitungan BPJS. HR system juga dapat meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan anda dengan pemanfaatan fitur HRIS. HR system berbasis Cloud akan memudahkan anda dalam mengakses aplikasi di segala platform dimanapun anda berada. Dengan begini anda dapat melakukan pengelolaan karyawan dengan mudah hanya dengan gadget anda. Namun meskipun nyaman dengan pemanfaatan cloud dalam aplikasi HR system anda. Anda harus memastikan keamanan data cloud dari provider HR System anda. Pastikan HR system yang anda gunakan memiliki fitur keamanan yang memadai seperti enkripsi data.


Absensi online

Metode absensi yang populer saat ini adalah dengan menggunakan teknologi mesin absensi berupa fingerprint atau dengan menggunakan RFID. Namun hal ini dirasa kurang efektif untuk beberapa usaha, seperti usaha kecil atau usaha yang melibatkan karyawan dalam jumlah kecil untuk beberapa lokasi tertentu. Dengan jumlah karyawan yang sedikit tapi banyak tersebar di beberapa lokasi tertentu akan membuat investasi mesin fingerprint semakin banyak dan mahal. Untuk itu solusi absensi secara online melalui gadget dan smartphone karyawan masing masing menjadi solusinya. Metode absen ini memanfaatkan penggunaan foto dan gps untuk memverifikasi lokasi dan karyawan yang bersangkutan. Dengan solusi ini perusahaan tidak perlu lagi menyediakan mesin fisik di tiap outlet.


Mobile apps HR system

Sekarang ini smartphone sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Hampir semua orang setidaknya memiliki satu smartphone untuk digunakan sehari hari. Pemanfaatan smartphone untuk teknologi HR juga akan menjadi tren teknologi di dunia HR. Dengan menggunakan aplikasi mobile user karyawan dapat langsung berkomunikasi dengan HR department untuk keperluan administrasi HR seperti permohonan ijin cuti, izin sakit, melihat slip gaji langsung di smartphone dll. Memanfaatkan mobile apps akan sangat praktis bagi karyawan dan HR department untuk saling bertukar informasi.


E-Recruitment

Perekrutan karyawan masih menjadi suatu hal yang berarti bagi HR Department. Mencari kandidat yang sesuai dengan kualifikasi, penjadwalan dan follow up kandidat untuk proses seleksi, hingga penyelenggaraan tes seleksi merupakan beberapa proses panjang yang dilalui dalam proses rekrutmen. Platform aplikasi rekrutmen secara online tampaknya akan menjadi solusi bagi HR department untuk inovasi teknologi HR di tahun 2019.


Diatas adalah beberapa daftar dari solusi atau inovasi untuk teknologi HR yang dapat anda terapkan di tahun 2019 ini. Banyak provider yang menyediakan solusi diatas salah satunya JPayroll. Provider HR solution yang telah memiliki pengalaman implementasi sistem Hr di berbagai perusahaan di indonesia. JPayroll sendiri telah dinobatkan sebagai top 25 HR solution provider tahun 2017 dan tahun 2018 oleh majalah APAC CIO OUTLOOK. Anda tertarik untuk mencoba aplikasi kami? Hubungi kami tim kami akan dengan senang hati membantu anda.

0

JPayroll, Pajak

PTKP adalah batas hidup minimum yang wajib dipenuhi oleh seseorang  untuk dapat hidup layak sehingga tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Pajak penghasilan merupakan salah satu fasilitas dalam pelaksanaan kewajiban pajak penghasilan ini. PTKP dapat diberikan dalam jumlah tetap ataupun variatif. Di Indonesia, PTKP bersifat variatif disesuaikan dengan kondisi wajib pajak yang bersangkutan.

PTKP yang baru sejak tahun pajak 2016 yang telah diatur dalam pasal 7 UU Pajak Penghasilan (PPh) yang menjelaskan keluarga sedarah dan semenda dalam garis keturunan lurus yang menjadi tanggungan sepenuhnya antara lain orang tua, mertua, anak kandung dan anak angkat. Sedangkan anggota keluarga yang menjadi tanggungan sepenuhnya adalah anggota keluarga yang tidak mempunyai penghasilan dan seluruh biaya hidupnya ditanggung oleh wajib pajak. Mulai 1 Januari 2016 batas PTKP dinaikkan menjadi Rp 54.000.000. Setelah berkonsultasi dengan wakil rakyat di DPR pemerintah melalui Kemenkeu akhirnya menaikkan

batas PTKP. Besarnya PTKP diubah menjadi Rp 54.000.000 atau Rp 4.500.000. Setiap orang yang mendapatkan penghasilan tidak lebih dari empat juta lima ratus ribu rupiah setiap bulannya dibebaskan dari pengenaan pajak penghasilan atau nihil. Bagi mereka yang telah menikah, PTKP tersebut masih bertambah besar lagi. Seorang kepala keluarga yang menanggung istri dan anak akan mendapat tambahan PTKP masing-masing sebesar Rp 4.500.000/tahun. Untuk tanggungan di perbolehkan dengan jumlah maksimal 3 orang. Sehingga seorang karyawan atau pegawai yang telah menikah dan memiliki anak kandung yang sepenuhnya ditanggung biaya hidupnya mendapatkan PTKP sebesar Rp 72.000.000. Perubahan yang besar ini dapat memberikan dampak penurunan jumlah penerimaan pajak

yang besar mengingat jumlah pajak yang dibayar adalah jumlah penghasilan yang telah dikurangi oleh PTKP dikalikan dengan tarif pajak yang berlaku. Besaran PTKP telah diubah beberapa kali Sejak tahun 1983 hingga 2008, Undang-Undang Pajak Penghasilan telah diamandemen sebanyak 4 kali. Dalam kurun 25 tahun tersebut, besaran PTKP mengalami mengalami beberapa perubahan, baik karena amandemen Undang-Undang, maupun adanya penyesuaian melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK).


Adapun setelah tahun 2008 sampai dengan sekarang, pemerintah lebih aktif mengubah besaran PTKP melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Perubahan tersebut disesuaikan dengan keadaan ekonomi di Indonesia. Menurut Darwis (2012) perubahan PTKP ini merupakan strategi dari pemerintah untuk menekan tingkat inflasi yang terus merangkak naik dan untuk memberikan stimulus konsumsi domestik sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurut Darwis (2012) setidaknya terdapat tiga dampak positif setelah nilai PTKP dinaikkan. Hal pertama adalah meningkatnya konsumsi dalam negeri, dengan adanya kenaikan nilai PTKP maka daya beli masyarakat akan meningkat, karena biasanya penghasilan yang didapat dipotong untuk membayar pajak, sekarang bisa mengalokasikannya untuk dikonsumsi atau dibelanjakan. Hal kedua adalah meningkatnya tabungan atau saving masyarakat, uang yang sebelumnya dibayarkan pajak, sekarang bisa dialokasikan untuk ditabung bila tidak dibelanjakan. Ketiga, memberikan perlindungan dan keringanan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah seperti buruh yang berpenghasilan di bawah Rp4.500.000 , agar tidak terbebani lagi dengan harus membayar pajak.

0

JPayroll

Perusahaan yang baik pasti memperhatikan nasib dari karyawan karyawannya. Mereka tidak hanya peduli akan margin keuntungan namun juga keadaan karyawannya sehingga roda perusahaan terus berjalan. Namun tidak semua perusahaan mampu untuk memberikan pelayanan yang tepat bagi karyawan.


Oleh karena itulah terkadang perusahaan mencari rekanan untuk memberikan pelayanan pada karyawannya karena mereka sadar bahwa karyawan adalah salah satu aset perusahaan yang tidak mudah tergantikan. Berikut beberapa perusahaan wajib memiliki layanan asuransi untuk karyawan.


Jaminan Kerja


Alasan wajibnya perusahaan memiliki layanan asuransi untuk karyawan yang pertama adalah sebagai bentuk jaminan pada karyawannya. Mengapa demikian? Karyawan bukanlah mesin yang mudah tergantikan. Perusahaan tidak bisa begitu saja mengganti dengan karyawan baru. Apalagi jika karyawan tersebut adalah karyawan yang memberikan dampak positif untuk perusahaan.


Jaminan agar karyawan itu mampu untuk selalu bekerja secara maksimal tentu saja dengan memberikan jaminan selama mereka bekerja. Baik untuk kecelakaan, kesehatan hingga setelah karyawan pensiun pun ada jaminan dari perusahaan untuk kehidupan karyawan.


Kemudahaan Dalam Pelayanan


Alasan kedua pentingnya keberadaan asuransi untuk karyawan adalah dalam hal kemudahan. Dengan mempercayakan pelayanan untuk karyawan pada partner kerja yang terpercaya dalam bidangnya akan memberikan kemudahan baik bagi karyawan maupun perusahaan itu sendiri. Karyawan tidak perlu direpotkan untuk masalah perizinan karena pihak ketiga, dalam hal ini asuransi, akan menjelaskan segala jaminan yang didapatkan dari asuransi yang diikuti oleh perusahaan tersebut.


Ucapan Terima Kasih Perusahaan


Selain sebagai jaminan, asuransi untuk karyawan wajib dimiliki perusahaan karena merupakan ucapan terima kasih atau penghargaan atas apa yang telah mereka lakukan setiap harinya. Penghargaan dalam bentuk jaminan seperti di poin pertama akan membuat karyawan semakin giat bekerja karena mengetahui bahwa perusahaan tidak hanya peduli akan tenaga yang mereka keluarkan melainkan juga akan kehidupan dan kesejahteraan mereka.


Meningkatkan Prestige Perusahaan


Alasan lain pentingnya perusahaan memiliki asuransi untuk karyawan adalah meningkatkan prestise atau harga diri perusahaan di hadapan perusahaan lain. Jaminan yang anda berikan kepada karyawan akan meningkatkan loyalitas kerja sehingga tidak akan ada karyawan yang akan berpikir untuk meninggalkan perusahaan. Hal ini dirasa sangat penting karena karyawan tentu lebih cenderung ingin bekerja di tempat yang segala urusannya dijamin oleh perusahaan. Dengan demikian perusahaan akan terlihat semakin menarik bagi para pelamar kerja.


Kepercayaan Klien


Alasan terakhir pentingnya perusahaan wajib memiliki asuransi untuk karyawan adalah untuk kepercayaan klien. Jika semua poin diatas mampu diperoleh oleh perusahaan, tentunya hal tersebut akan menjadi catatan positif bagi klien.


Klien pasti akan menilai calon rekan kerjanya dengan seksama dan klien pun tidak menginginkan isu seperti tanggung jawab perusahaan yang kurang terhadap karyawan atau kesejahteraan karyawan yang tidak dipedulikan perusahaan. Apalagi jika perusahaan mampu menampilkan prestasinya dalam pelayanan internal maka klien pun akan memandang positif pelayanan eksternal perusahaan.


Kewajiban perusahaan menawarkan atau memiliki asuransi untuk karyawan, tidak hanya untuk perusahaannya sendiri semakin meningkat. Hal itu dikarenakan persaingan yang semakin ketat antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lain serta munculnya perusahaan kecil yang mulai meramaikan pasar.

0

JPayroll

Ketika membangun sebuah bisnis atau perusahaan, pastinya Anda ingin bisnis tersebut meraih kesuksesan. Namun, untuk meraih kesuksesan tersebut terdapat banyak hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah memiliki karyawan yang kuat dan bersemangat. Hal ini harus Anda miliki jika ingin bisnis yang sedang dijalankan agar tumbuh dan berkembang. Ini berarti bahwa karyawan yang Anda pilih untuk dipekerjakan haruslah dapat dididik agar dapat menunjang keberhasilan bisnis Anda dan ini terutama berlaku bagi para karyawan yang memiliki etika kerja yang buruk.  Pada saat ini, salah satu masalah paling umum yang dimiliki oleh setiap bisnis atau perusahaan adalah keterlambatan karyawan. Jika karyawan mulai sering terlambat bekerja, maka beberapa tindakan harus Anda lakukan untuk melindungi perusahaan dan meningkatkan etos kerja di antara tim.


Sebagai seorang pemilik bisnis, Anda pasti memiliki asumsi jika karyawan Anda terlambat karena beberapa alasan seperti jadwal kereta yang terlambat, mobil mereka mogok, atau mereka mungkin memiliki masalah darurat yang tidak dapat ditinggalkan. Apa pun penyebab keterlambatan tersebut, pemilik bisnis masih dapat menerima alasan tersebut jika dilakukan sesekali. Namun, para manajer dan pemilik bisnis tidak dapat menerima situasi ini jika karyawan terus-menerus terlambat bekerja.  


Jika Anda memperhatikan bahwa seorang karyawan terus-menerus datang terlambat, hal ini harus ditangani dengan cepat, jika tidak, karyawan yang bersangkutan mungkin berpikir bahwa ini bukan masalah dan menganggap jika keterlambatan merupakan masalah yang biasa. Selain itu, jika karyawan sering terlambat, hal ini dapat membuat karyawan yang lain mulai berpikir mengapa mereka repot-repot tiba untuk bekerja tepat waktu, dan akhirnya  menular ke karyawan yang lain. Masalahnya mungkin tidak berakhir hanya sampai di sini, para karyawan mungkin menjadi lebih santai dengan aturan perusahaan dan Anda mungkin menemukan bahwa kualitas kerja dan etika kerja tim secara keseluruhan mulai menurun.


Jika hal ini terjadi, para pemilik bisnis atau manajer harus membayar para karyawan untuk lembur agar semua pekerjaan dapat diselesaikan. Oleh karena itu, jika seorang karyawan tiba terlambat, maka secara tidak langsung mereka dianggap mencuri waktu dari perusahaan. Karyawan yang terlambat akan membuat pekerjaan terlambat untuk memenuhi deadline. Selain itu, keterlambatan karyawan dapat menyebabkan ketegangan dengan kolega lainnya karena anggota tim yang bekerja bersama karyawan yang terlambat mungkin harus melakukan lebih banyak pekerjaan untuk menutupi kekurangan rekan kerja mereka yang dapat menyebabkan emosi. Sebuah tim akan bekerja secara efektif ketika mereka bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik.


Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda dapat mencoba beberapa cara mengatasi karyawan yang sering terlambat berikut:


  1. Mendengarkan dengan Baik

Sebelum mulai memarahi karyawan Anda karena terlambat datang ke kantor, pastikan Anda mendengarkan dengan cermat apa yang mereka katakan. Beri karyawan Anda kesempatan untuk menjelaskan alasannya sehingga Anda dapat menyarankan solusi yang sesuai. Berdasarkan reaksi karyawan, arahkan percakapan Anda ke arah solusi permasalahan tersebut dengan penuh perhatian dan kesopanan.


Namun, terdapat hal yang perlu untuk Anda perhatikan ketika ingin berbicara dengan karyawan Anda yang terlambat. Kapan pun Anda memutuskan ingin mendiskusikan lebih mendetail tentang keterlambatan mereka, pastikan Anda memilih tempat yang tepat. Jangan membicarakan permasalahan tentang karyawan tersebut di kafetaria atau tempat umum di mana orang lain dapat melihat Anda akan membangkitkan rasa ingin tahu dan hal ini dapat membuat malu karyawan Anda. Ingat ,karyawan adalah asset berharga bagi bisnisi Anda dan karenanya pilihlah area atau lokasi yang tidak terlalu banyak orang agar dapat menghindari beberapa hal tersebut.


  1. Membuat Peraturan yang Jelas 

Tidak ada aturan yang mudah dan cepat untuk mengatasi seorang karyawan yang selalu terlambat, setiap pemilik bisnis memiliki cara yang berbeda seperti setiap karyawan yang memiliki permasalahan dan situasi pribadi mereka yang berbeda pula. Namun, terdapat beberapa langkah yang harus Anda ambil jika Anda ingin mengatasi karyawan yang selalu datang terlambat dan mengubah kebiasaan mereka ini selamanya, salah satunya adalah dengan membuat peraturan yang jelas.


 


Membuat peraturan yang dapat membuat efek jera para karyawan yang terlambat merupakan hal yang cukup efektif. Peraturan ini haruslah memiliki beberapa poin di bawah ini:


 Beberapa standar yang diharapkan dari seorang karyawan seperti rincian jam kerja, dan juga jadwal shift yang jelas.


 Prosedur untuk melaporkan keterlambatan: jika karyawan tahu mereka akan terlambat, mereka harus lapor ke bagian mana?


Detail tentang bagaimana waktu kerja akan dilacak dan dicatat: apakah Anda menggunakan sistem kerja remote (jarak jauh) atau apakah karyawan perlu secara fisik datang ke tempat kerja?


Mencantumkan cara bagaimana karyawan dapat mengganti waktu mereka yang hilang ketika datang terlambat.


Tindakan disipliner potensial apa yang mereka dapatkan ketika keterlambatan secara terus-menerus.


Pastikan juga peraturan ini untuk dikomunikasikan kepada semua karyawan dan dilaksanakan secara adil di perusahaan Anda. Jika ini adalah sesuatu yang baru bagi perusahaan Anda atau jika Anda memiliki masalah tertentu dengan keterlambatan karyawan, maka pertimbangkan untuk menjalankan pembekalan atau seminar singkat bagi karyawan untuk menyoroti dampak keterlambatan bagi siklus kerja dan perkembangan bisnis Anda.


  1. Memanfaatkan Teknologi Mesin Absensi

Dengan jaman yang semakin maju, maka secara otomatis aktivitas absensi di sebuah perusahaan juga semakin mudah karena dapat memanfaatkan mesin absensi. Mesin absensi ini sangat bermanfaat untuk mendeteksi kehadiran karyawan secara efektif. Para karyawan cukup menempelkan jarinya pada scanner (jika menggunakan mesin absensi sidik jari) atau menempelkan kartu identitasnya (jika menggunakan mesin absensi magnetic card) dengan cepat. Kemudian, mesin ini juga dapat membantu perusahaan Anda untuk menentukan bonus, penggajian, dan juga penalty berdasarkan data kehadiran karyawan. Hal ini membuat karyawan lebih menghargai waktu karena jika mereka terlambat maka mereka akan menerima konsekuensi berupa pemotongan gaji dan juga ketika mereka selalu datang tepat waktu, maka mereka akan mendapatkan bonus.


Datang terlambat ke kantor adalah masalah yang dapat memiliki efek yang besar pada bisnis Anda. Seorang karyawan yang terlambat dapat membebani waktu dan uang perusahaan, serta menyebabkan penurunan kinerja tim yang lain. Jangan sampai membiarkan permasalah ini berlanjut, penting untuk bersikap proaktif dan mencari solusi permasalahan ini. Ketika seseorang datang tepat waktu ke kantor dapat membantu menciptakan suasana kerja yang lebih positif dan produktif.


Sumber :

https://www.suryasemesta.com/blog/tips-dan-trik-3/tag/32

0

JPayroll

Pada tahun 1888 seorang ahli perhiasan, Willard L. Bundy, menciptakan mesin pengukur waktu kerja karyawan pertama di Auburn, New York. Usahanya tersebut kemudian diteruskan oleh adiknya, Harlow E. Bundy, yang menaungi Bundy Manufacturing Company, sebuah perusahaan perangkat pencatat waktu (timekeeping) berbasis di Amerika yang didirikan oleh Bundy bersaudara sejak abad ke-19 silam.


Sebelum kematiannya di tahun 1916, Harlow E. Bundy yang pada saat itu berumur 60 tahun pensiun dari pekerjaanya di Bundy Manufacturing Company setelah memproduksi banyak mesin absensi. Kemudian, Bundy Manufacturing Company bergabung dengan ITR (International Time Recording) Company, sebuah perusahaan perangkat lunak dan perangkat keras komputer Amerika Serikat yang telah didirikan sejak tahun 1911.


ITR Co. yang kemudian berubah namanya menjadi IBM (International Business Machines) memproduksi dan menyediakan berbagai perangkat termasuk alat pengukur waktu kerja karyawan ciptaan Willard L. Bundy.

Sejak tahun 1911-1920 inilah, penggunaan mesin penghitung waktu kerja digunakan sebagai pengganti penghitungan manual menggunakan lembaran dan tulis tangan.


Pada tahun 1958, IBM menjual alat perekam/pencatat waktu kerja karyawan kepada Simplex Time Recorder Company untuk melindungi bagian atau divisi perlengkapan waktu. Alat pencatat waktu kerja karyawan yang dulu bahannya terbuat dari kayu kini semakin berevolusi seiring perkembangan zaman dan majunya teknologi. Perangkat yang kemudian disebut sebagai mesin absensi ini terbuat dari besi yang kokoh dan solid.


Selain jenis bahannya, mesin absensi pun kini telah semakin canggih dan modern. Penggunaannya yaitu cukup dengan menggunakan sistem biometrik atau dengan mendeteksi karakteristik tertentu, seperti: sidik jari (fingerprint), suara, atau wajah. Ada pula sistem digital yaitu dengan cara menggesekkan kartu absensi atau memasukkan password agar teridentifikasi.


Jenis – Jenis Mesin Absensi


  1. Mesin Absensi Kartu Manual

Berdasarkan sejarah alat penghitung waktu kerja karyawan, mesin absensi kartu manual adalah jenis pertama kali yang digunakan di kantor sejak kurang lebih dua abad yang lalu. Mesin absensi yang sering disebut dengan mesin absensi ceklok ini menggunakan metode tradisional dan manual untuk mengabsen karyawan kantor yaitu dengan cara mengidentifikasi karyawan melalui kartu absen masing-masing.


Mesin absensi kartu manual ini terdiri dari slot atau lobang untuk memasukkan kartu absen karyawan serta jam analog yang menunjukkan waktu saat ini. Waktu pada saat karyawan memasukkan kartunya ke dalam slot inilah yang akan dicetak pada kartu absen (real time).


  1. Mesin Absensi Digital

Mesin Absensi Digital adalah mesin absensi yang menggunakan metode digital untuk mengabsen karyawan yang dikenalkan sejak tahun 1970. Perkembangan jaman yang membuat teknologi dan mesin semakin canggih mengubah mesin absensi analog menjadi format digital untuk meningkatkan efisiensi dan memudahkan penggunanya bagi manusia.


Pada umumnya, mesin absensi digital memiliki beberapa tombol (nomor dan abjad) serta layar digital yang menunjukkan waktu atau teks yang ditampilkan. Tombol nomor dan abjad tersebut untuk memungkinkan karyawan memasukkan password atau barcodenya.


  1. Mesin Absensi Magnetic Card

Mesin absensi digital ID card adalah jenis mesin absensi yang menggunakan magnetic ID card (kartu identitas) untuk mendata absensi atau daftar kehadiran karyawan dan mulai dipergunakan sejak 1980. Sama halnya dengan mesin absensi digital yang menggunakan metode digital (data diproses secara digital) tapi bedanya terletak pada media yang digunakan, Mesin absensi digital jenis ini seperti merupakan paduan dari mesin absensi manual yang menggunakan kartu namun metode pendataan absensinya secara digital.


  1. Mesin Absensi Berbasis Web

Web-based mesin absensi atau mesin absensi berbasis web ini merupakan alat yang digunakan untuk mengabsen karyawan secara online/melalui web. Namun, alat yang dimaksud disini bukanlah mesin seperti mesin absensi pada umumnya, melainkan sebuah platform atau aplikasi komputer yang dapat diakses melalui internet.


Bagian IT perusahaan menciptakan sistem informasi berbasis web di mana seluruh karyawan dapat mengaksesnya melalui komputer mereka masing-masing. Masing-masing karyawan mempunyai nama pengguna dan password. Itu artinya, mesin absensi berbasis web ini ditujukan bagi perusahaan yang pegawainya menggunakan komputer.


  1. Mesin Absensi Biometrik

Mesin absensi biometrik adalah mesin absensi yang menggunakan sistem biometrik untuk mengautentikasi karyawan saat proses mengabsen. Biometrik adalah teknologi khusus yang biasa digunakan pada medis untuk mengidentifikasi manusia dengan melihat atau mendeteksi karakteristik tertentu yang ada pada diri manusia itu sendiri. Adapun, karakteristik yang diidentifikasi menggunakan sistem biometrik ini bisa saja berupa sidik jari, bentuk dan karakteristik wajah, mata, dan suara manusia.


 


  1. Mesin Absensi Fingerprint (Sidik Jari)

Mesin absensi fingerprint jari adalah salah satu mesin absensi jenis biometrik yang menggunakan metode pendeteksian melalui sidik jari karyawan untuk mendata daftar kehadiran karyawan. Jenis fingerprint ini mulai dikenal dan digunakan sejak 1997.


Awal mulanya, penemu dan pencipta teknologi mesin absensi menyadari bahwa sidik jari merupakan salah satu bagian pada tubuh manusia yang unik dan berbeda satu sama lain. Bahkan, kembar identik sekalipun memiliki jenis dan bentuk sidik jari yang berbeda. Hal inilah yang menjadi pemicu timbulnya gagasan mengintegrasikan mesin absensi fingerprint.

0

Pajak

Tanggal 31 maret akan segera tiba, artinya batas waktu pelaporan SPT tahunan bagi wajib pajak orang pribadi akan segera berakhir. Untuk itu anda yang bekerja baik sebagai karyawan atau melakukan pekerjaan bebas wajib tahu bagaimana melakukan perhitungan PPh 21 dan melakukan pelaporan SPT PPh 21 orang pribadi (OP). Menurut peraturan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), seluruh warga negara Indonesia yang berstatus sebagai karyawan, pegawai, atau pekerja yang memperoleh gaji wajib membayarkan pajak penghasilan (PPh) kepada negara.

Dasar hukum perhitungan dan pemotongan pajak penghasilan ini dirangkum dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 tentang Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21). Adapun pengaturan-peraturan mengenai PPh 21 untuk pribadi ini bisa diringkas dalam poin-poin berikut ini:

  • Pemotongan PPh 21 tidak dilakukan jika penghasilan belum mencapai Rp450.000 per hari;
  • PPh 21 berlaku untuk mereka yang penghasilan per harinya sejumlah atau lebih dari Rp450.000, pemotongan dikurangkan dari penghasilan bruto; 
  • Jika seorang pegawai tidak tetap memiliki penghasilan satu bulan kalender melebihi angka Rp4.500.000 maka pajak dapat dikurangkan dari jumlah penghasilan bruto;
  • Sesuai peraturan tersebut, jika penghasilan bulanan Anda tidak mencapai Rp4.500.000, maka Anda belum wajib membayar PPh 21. Hal ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang PPh 21 tahun 2016.

Untuk lebih jelasnya berikut adalah contoh perhitungan PPh 21 untuk karyawan :


Retto pada tahun 2016 bekerja pada perusahaan PT Jaya Abadi dengan memperoleh gaji sebulan Rp 5.750.000,00 dan membayar iuran pensiun sebesar Rp200.000,00. Retto menikah tetapi belum mempunyai anak. Pada bulan Januari penghasilan Retto dari PT Jaya Abadi hanya dari gaji. Penghitungan PPh Pasal 21 bulan Januari adalah sebagai berikut:


Gaji Rp 5.750.000,00


Pengurangan:

  1. Biaya Jabatan

5% X Rp 5.750.000,00 Rp 287.500,00


  1. Iuran Pensiun Rp 200.000,00

Total Pengurang : RP 487.500,00


Penghasilan neto sebulan Rp 5.262.500,00

Penghasilan neto setahun adalah

12 X Rp 5.262.500,00 = Rp 63.150.000,00


PTKP setahun

– untuk Wajib Pajak sendiri Rp 54.000.000,00

– tambahan karena menikah Rp 4.500.000,00

Total PTKP : Rp 58.500.000,00

Penghasilan Kena Pajak Setahun Rp 63.150.000,00 – Rp 58.500.000,00 = Rp 4.650.000,00


PPh Pasal 21 Terutang

5% X Rp 4.650.000,00 = Rp 232.500,00


PPh Pasal 21 bulan Januari

Rp 232.500,00 : 12 Rp 19.375,00


Catatan:

  1. Biaya Jabatan adalah biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan yang

dapat dikurangkan dari penghasilan setiap orang yang bekerja sebagai pegawai tetap tanpa

memandang mempunyai jabatan ataupun tidak.


  1. Contoh tersebut berlaku apabila pegawai yang bersangkutan sudah memiliki Nomor Pokok

Wajib Pajak (NPWP). Dalam hal pegawai yang bersangkutan belum memiliki NPWP, maka

jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Januari adalah sebesar 120% x

Rp19.375,00= Rp23.250,00.


  1. Untuk contoh-contoh selanjutnya diasumsikan penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal  21 sudah memiliki NPWP, kecuali disebut lain dalam contoh tersebut.

Sekarang anda telah mengetahui bagaimana cara perhitungan pajak penghasilan pasal 21. Setelah memastikan perhitungan benar langkah selanjutnya adalah melaporkan perhitungan tersebut dalam SPT tahunan yang jatuh tempo setiap tanggal 31 maret setiap tahunnya.  Berikut ini adalah cara melaporkan SPT PPh 21 orang pribadi :


e-Filing adalah suatu cara penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) secara elektronik yang 

dilakukan secara online dan real time melalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak (http://www.pajak.go.id) atau Penyedia Layanan SPT Elektronik atau Application Service Provider (ASP).


Layanan e-Filing melalui website Direktorat Jenderal Pajak telah terintegrasi dalam layanan DJP Online, yang dapat diakses pada tautan berikut:

Bagi wajib pajak yang hendak menyampaikan laporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi (1770, 1770S, 1770SS) maupun SPT Tahunan PPh Badan (1771) dapat mengisi dan menyampaikan laporan SPT-nya pada aplikasi e-Filing di DJP Online.

Untuk jenis SPT 1770SS dan 1770S disediakan formulir pengisian langsung pada aplikasi e-Filing. Sedangkan untuk penyampaian laporan SPT pajak lainnya terutama jenis SPT 1770 maupun 1771, e-Filing di DJP Online menyediakan fasilitas penyampaian SPT berupa ungggah SPT yang telah dibuat melalui aplikasi e-SPT maupun e-FORM, SPT yang telah dibuat melalui aplikasi-aplikasi tersebut dapat disampaikan secara online tanpa harus datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Selain sarana-sarana tersebut dan untuk jenis SPT yang lain, Wajib Pajak dapat menyampaikan SPT secara online melalui salah satu ASP yang telah ditunjuk Direktur Jenderal Pajak yaitu:


www.spt.co.id

www.pajakku.com

www.eform.bri.co.id

www.online-pajak.com

aspbni.bni.co.id

klikpajak.id


Untuk mulai menggunakan fasilitas E-Filing silahkan lihat Petunjuk Penggunaan E-Filing atau Modul Pengisian E-Filing. Dalam penggunaan e-Filing perlu diperhatikan Daftar Lampiran Yang Wajib Diunggah. Apabila terjadi Error saat penggunaan e-Filing, dapat mengecek Daftar Kode Error untuk memperoleh informasi mengenai cara penanganannya.

0

JPayroll

Lembur pada dasarnya adalah hal yang kurang efektif baik untuk perusahaan maupun untuk karyawan.  Tingginya jumlah jam lembur yang terjadi di suatu perusahaan mengindikasikan bahwa sumber daya yang dimiliki belum cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi. Dari sisi karyawan lembur juga merupakan hal yang kurang baik, karena hal ini berarti karyawan akan menghabiskan waktu lebih untuk bekerja sehingga mengakibatkan ketimpangan dalam work-life balance. adalah waktu kerja yang melebihi batas waktu kerja dalam aturan resmi pemerintah. Pemerintah Indonesia menetapkan batas waktu lembur adalah yang melebihi 7 jam sehari dan 40 jam dalam 1 minggu untuk 6 enam hari kerja dalam 1 minggu atau 8 jam sehari, dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 hari kerja dalam satu minggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah. Lembur yang tinggi tentu akan menjadi biaya tambahan bagi perusahaan dan hendaknya hal ini dapat diminimalkan. Untuk itu manajemen terhadap jam lembur perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk memaksimalkan jam lembur agar tercipta efektifitas yang lebih baik :


Melakukan perencanaan

Pelaksanaan kerja lembur hendaknya dilakukan melalui proses perencanaan terlebih dahulu. Karena apabila tidak direncanakan dengan baik, maka pelaksanaan lembur akan menjadi tidak terkontrol dan dapat mengakibatkan loss yang semakin besar. Perencanaan dapat dibuat dengan melakukan analisa kerja terlebih dahulu.  Apakah lembur memang diperlukan. Membuat surat perintah lembur sebelum pelaksanaan kerja lembur juga dapat dilakukan untuk dapat menjelaskan lebih detail terkait pekerjaan yang akan dilakukan.


Mengontrol jam kerja lembur

Biaya lembur seringkali menjadi besar karena tidak adanya kontrol terhadap kegiatan lembur yang dilakukan. Perusahaan yang belum memiliki sistem yang baik biasanya akan langsung membayar lembur sesuai jam check clock pada saat karyawan pulang. Padahal seharusnya lembur sudah terencana dan dapat ditentukan kapan selesainya waktu lembur. Terkadang perusahaan tidak membandingkan jam pulang kerja lembur karyawan dengan SPL yang telah dibuat sebelumnya. Akibatnya berapapun jam pulang karyawan akan terbayar tanpa memperhatikan SPL. Dengan begini kontrol terhadap kegiatan lembur tidak terlaksana.


Menentukan job desc dengan tepat

Hal yang paling mendasar dalam kegiatan lembur adalah apa yang akan dilakukan karyawan saat lembur. Setelah 8 jam bekerja seorang karyawan akan lebih lelah dan performa kerjanya akan menurun. Apabila tugas kerja lembur tidak ditentukan dengan jelas maka pekerjaan lembur yang dilakukan juga akan menjadi tidak jelas, sehingga target kerja juga tidak dapat diukur. Pada akhirnya lembur akan lama dan menjadi sia sia.


Melakukan pengalokasian sumber daya dengan tepat

Agar lembur dapat menjadi maksimal maka sumber daya yang digunakan harus dialokasikan dengan tepat. Pengalokasian departemen yang akan melakukan lembur haruslah departemen yang terkait dengan pekerjaan yang dilakukan. Selain pengalokasian sumber daya manusia, pengalokasian sumber daya lain seperti mesin dan fasilitas pendukung lainnya juga harus diperhatikan agar dapat melakukan pekerjaan yang efektif.


Lembur memang hal yang tidak bisa dihindari bagi setiap perusahaan. Namun karena lembur dapat mengakibatkan timbulnya biaya, maka lembur hendaknya dikelola dan dikontrol dengan tepat agar biaya yang timbul tidak bengkak. Salah satu pengelolaan lembur yang baik adalah membandingkan jam pulang karyawan dengan dokumen SPL yang telah dibuat. Anda dapat menggunakan sistem penggajian dan human resource seperti JPayroll untuk membantu anda dalam melakukan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih baik. Tertarik untuk mencoba pengalaman terbaik dalam pengelolaan sumber daya manusia dengan aplikasi JPayroll? Hubungi kami. Tim kami akan dengan senang hati membantu anda.

0

JPayroll

Lembur merupakan hal yang sangat dekat dengan pekerjaan.  Apalagi apabila anda bekerja di industri manufaktur, terkadang lembur menjadi hal yang sudah pasti. adalah waktu kerja yang melebihi 7 jam sehari untuk 6 hari kerja dan 40 jam dalam seminggu atau 8 jam sehari untuk 8 hari kerja dan 40 jam dalam seminggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah (Pasal 1 ayat 1 Peraturan Menteri no.102/MEN/VI/2004). Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 jam/hari dan 14 jam dalam 1 minggu diluar istirahat mingguan atau hari libur resmi. Saat karyawan lembur perusahaan wajib memberikan tambahan upah kepada karyawan sesuai dengan peraturan berlaku. Perhitungan Upah Lembur berdasarkan upah bulanan dengan cara menghitung upah sejam adalah 1/173 upah sebulan. Bagi sebagian orang lembur akan mengurangi waktu bersama keluarga dan menyebabkan work –  life balance menjadi tidak seimbang. Lalu apakah lembur itu memang perlu untuk dilakukan? Terdapat beberapa alasan yang membuat perusahaan mengharuskan karyawan lembur. Dan berikut ini beberapa faktor yang membuat perusahaan mengharuskan karyawan lembur :


Belum terselesaikan pekerjaan

Waktu penyelesaian suatu pekerjaan biasanya telah diestimasi diawal. Dalam diskusi tim atau berdasarkan analisa karyawan itu sendiri, estimasi penyelesaian suatu pekerjaan dapat ditentukan. Namun meskipun telah direncanakan dengan baik, estimasi hanyalah perkiraan semata. Waktu realisasi penyelesaiannya dapat berbeda dengan estimasi yang telah ditentukan. Untuk memaksimalkan pekerjaan agar sesuai dengan perencanaan awal maka dibutuhkan jam kerja tambahan diluar jam kerja.


Pemenuhan target / deadline

Semakin banyak order atau project yang masuk, maka omset perusahaan akan semakin meningkat. Dengan meningkatnya omset tentu akan berpengaruh secara tidak langsung kepada karyawan. Order atau project yang masuk pun juga bisa datang dalam waktu yang bersamaan. Dan tentu order atau project yang masuk ini harus diselesaikan sesuai dengan komitmen kepada pelanggan. Dengan kapasitas produksi yang hanya cukup untuk mengerjakan satu order atau project tertentu maka untuk memenuhi target atau deadline dari tambahan order ini maka lembur adalah hal yang tidak dapat dihindari.


Kendala produksi

Dalam proses industri manufaktur ke dalam produksi merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Kecuali perusahaan telah memiliki sistem recovery atau back up plan yang memadai pada saat terjadi kendala produksi. Kendala yang terjadi biasanya bermacam macam. Mesin rusak, bencana alam, gangguan cuaca, serangan hewan / hama, dll. Pada saat terjadi kendala kendala ini tentu proses produksi akan terhenti untuk sementara. Sampai terselesaikan nya kendala ini maka pemenuhan produksi tidak dapat dilakukan.  Untuk memenuhi komitmen kepada pelanggan perusahaan maka lembur dapat dilakukan untuk memenuhi komitmen kepada pelanggan.


Panggilan mendadak

Apabila anda adalah karyawan teknis seperti teknisi IT, teknisi Mesin, dll. Panggilan mendadak diluar jam kerja adalah hal yang kadang terjadi. Server down sehingga mengganggu operasional perusahaan, mesin produksi ngadat sehingga proses produksi tidak dapat berjalan merupakan beberapa kejadian yang harus membuat anda bekerja kembali di kantor. Lalu bagaimana dengan perhitungan lembur untuk kejadian ini? Dalam UU Tenaga Kerja No.13 tahun 2003 sendiri, tidak mengatur mengenai panggilan kerja secara tiba-tiba. Akan tetapi UU No.13/2003 mengatur mengenai waktu kerja lembur pada hari kerja, hari-hari libur mingguan maupun libur resmi. Karena UU Tenaga Kerja No.13 tahun 2003 tidak mengatur mengenai panggilan kerja secara tiba-tiba. Peraturan Perusahaan ataupun Perjanjian Kerja Bersama-lah yang mengatur mengenai ketentuan panggilan kerja secara tiba-tiba di hari libur.  Syarat dari pemanggilan kerja secara tiba-tiba ini adalah :


  • Ada persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan

  • Terdapat pekerjaan yang membahayakan keselamatan perusahaan jika tidak cepat diselesaikan.
  • Dalam penyelesaian pekerjaan yang sangat penting bagi perusahaan dan tetap memperhatikan saran – saran Serikat Pekerja.



Pemenuhan tenaga kerja

Apabila anda bekerja di perusahaan yang menerapkan sistem shift. Maka akan ada saatnya karyawan yang seharusnya hadir pada shift tertentu tidak dapat hadir bekerja karena satu dan lain hal. Perusahaan yang menerapkan sistem shift biasanya mensyaratkan jumlah karyawan tertentu yang harus stay atau ada pada waktu tersebut.  Apabila terdapat satu karyawan yang tidak dapat hadir maka jumlah tenaga kerja yang ready untuk jadwal tersebut menjadi kurang dan harus digantikan oleh karyawan lain. Pada saat karyawan yang lain menggantikan bisa saja terjadi kelebihan jam kerja diatas 40 jam dalam seminggu. Maka atas kejadian ini perusahaan wajib membayarkan upah lembur atas karyawan ini.


Lembur sebenarnya merupakan hal yang tidak diinginkan baik oleh karyawan ataupun perusahaan.  Dari sisi karyawan lembur akan mengurangi jam bersama dengan keluarga dan teman. Sementara dari sisi perusahaan lembur akan menambah biaya untuk tenaga kerja.  Lembur dapat terjadi atas beberapa faktor, untuk itu anda harus jeli dalam melakukan perhitungan lembur. Apabila anda merasa kesulitan dalam melakukan pengawasan terhadap jam lembur atau anda kesulitan dalam melakukan perhitungan upah lembur.  Jpayroll merupakan solusi yang dapat membantu anda dalam mengatasi hak ini. Diskusikan kebutuhan anda dengan kami. Tim kami akan dengan senang hati membantu anda.

0

JPayroll
Terdapat 2 jenis perusahaan berdasarkan jam kerjanya. Ada perusahaan yang jam kerjanya normal (seperti mulai dari jam 08:00 – 17:00) dan ada juga yang menerapkan sistem kerja shift (pagi, siang, malam). Bagi perusahaan yang menerapkan sistem kerja shift, maka perusahaan tersebut adalah perusahaan yang memaksimalkan penggunaan waktu operasional dalam sehari. Perusahaan yang menerapkan sistem shift biasanya akan beroperasi 24 jam nonstop tanpa ada jeda bahkan di hari libur. Perusahaan seperti hote, rumah sakit, minimarket atau perusahaan penyedia layanan umum akan menerapkan sistem shift untuk dapat memaksimalkan layanan mereka kepada pelanggan. Untuk dapat memberikan layanan secara 24 jam perusahaan membagi jam kerja karyawan nya menjadi 3 shift atau 3 bagian. Tiap tiap shift memiliki jumlah jam kerja yang sama. Secara umum pembagian 3 shift ini berlaku sebagai berikut : . Shift pagi : 08:00 – 17:00 . Shift siang / sore : 16:00 – 01.00 . Shift malam : 00.00 – 09:00 Berdasarkan contoh diatas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 1 jam yang digunakan untuk proses pergantian shift. Namun begitu pembagian shift yang diterapkan perusahaan dapat berbeda beda tergantung pada kondisi perusahaan dan kondisi tenaga kerjanya. Meskipun menerapkan sistem kerja 24 jam nonstop, Perusahaan tetap tidak mengabaikan hak hak karyawan. Setiap pekerja hanya boleh bekerja selama 40 jam dalam seminggu dan memperoleh waktu istirahat atau hari libur. Berikut ini adalah hal hal yang harus diketahui terkait sistem kerja shift : Apa kata Undang-Undang mengenai kerja shift pagi, siang dan malam? Pengaturan jam kerja dalam sistem shift diatur dalam UU no.13/2003 mengenai Ketenagakerjaan yaitu diatur dalam pasal-pasal sebagai berikut : Jika jam kerja di lingkungan suatu perusahaan atau badan hukum lainnya (selanjutnya disebut “perusahaan”) ditentukan 3 (tiga) shift, pembagian setiap shift adalah maksimum 8 jam per-hari, termasuk istirahat antara jam kerja (Pasal 79 ayat 2 huruf a UU No.13/2003) Jumlah jam kerja secara akumulatif masing-masing shift tidak boleh lebih dari 40 jam per minggu (Pasal 77 ayat 2 UU No.13/2003). Setiap pekerja yang bekerja melebihi ketentuan waktu kerja 8 jam/hari per-shift atau melebihi jumlah jam kerja kumulatif 40 jam per minggu, harus sepengetahuan dan dengan surat perintah (tertulis) dari pimpinan (management) perusahaan yang diperhitungkan sebagai waktu kerja lembur (Pasal 78 ayat 2 UU No.13/2003). Apa kata Undang-Undang mengenai pekerja perempuan yang bekerja shift malam? Menurut pasal 76 Undang-Undang No. 13 tahun 2003, pekerja perempuan yang berumur kurang dari 18 (delapan belas) tahun dilarang dipekerjakan antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00, yang artinya pekerja perempuan diatas 18 (delapan belas) tahun diperbolehkan bekerja shift malam (23.00 sampai 07.00). Perusahaan juga dilarang mempekerjakan pekerja perempuan hamil yang menurut keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungannya maupun dirinya apabila bekerja antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00. Bagaimana dengan perhitungan jam kerja shift malam? Menurut Undang-Undang no.13 tahun 2003, jam kerja yang berlaku adalah 7 jam dalam 1 hari dan 40 jam dalam 1 minggu untuk karyawan dengan 6 hari kerja. Sedangkan untuk karyawan dengan 5 hari kerja dalam 1 minggu, kewajiban bekerja mereka 8 jam dalam 1 hari dan 40 jam dalam 1 minggu. Akan tetapi, ketentuan waktu kerja diatas tidak berlaku bagi sektor usaha atau pekerjaan tertentu contohnya : pekerjaan di sektor pertambangan, layanan jasa 24 jam seperti Rumah Sakit, Pemadam Kebakaran, Call Center, dsb. Jam kerja pada pekerjaan ini mencapai 8 sampai 12 jam kerja dalam 1 hari. Untuk jam kerja shift malam, pada prakteknya karyawan shift malam bekerja selama 7 jam dalam 1 hari selama 5 hari kerja dengan total 35 jam dalam 1 minggu, berbeda 5 jam dalam seminggu dibanding jam kerja shift pagi/siang. Akan tetapi ada juga perusahaan yang tetap mempekerjakan karyawan shift malam sama seperti karyawan shift pagi/siang yaitu 8 jam/hari atau 40 jam seminggu dengan memberikan tunjangan shift.
0

JPayroll

Produktivitas karyawan yang tinggi tentu akan meningkatkan keuntungan bagi perusahaan. Produktivitas seorang karyawan salah satunya diukur dengan jumlah hari masuk kerja karyawan dalam satu bulan.  Semakin rajin karyawan tersebut masuk kerja tanpa ada ketidak hadiran, maka indikator penilaian karyawan tersebut dapat dianggap lebih baik dari pada karyawan yang sering tidak masuk kerja karyawan.  Ketidakhadiran seorang karyawan memang bukanlah hal yang dapat dihindari oleh sebuah tim dalam satu perusahaan. Banyak faktor yang mengikutinya mulai dari izin sakit, ijin pribadi, cuti tahunan, cuti khusus dll. Ketidakhadiran karyawan atau absen tentu akan sangat mempengaruhi kinerja perusahaan.  Untuk itu perusahaan hendaknya melakukan pengawasan terhadap absen karyawan secara mendalam. Apa yang menyebabkan karyawan tidak masuk bekerja dan bagaimana solusi yang perlu diambil untuk mencegah turunya produktivitas perusahaan secara keseluruhan. Salah satu analisa yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan pengawasan absensi karyawan adalah dengan melakukan perhitungan rasio absteinsm atau absteinsm rate. Absenteeism rate sendiri adalah sebuah perhitungan rasio ketidakhadiran pada jumlah hari kerja karyawan dalam 1 periode tertentu. Faktor ketidakhadiran yang diperhitungkan adalah ketidak hadiran yang bersifat tidak rencanakan oleh karyawan dan bersifat insidentil seperti izin sakit, bolos, ijin yang memotong gaji karyawan dll. Berikut rumus yang digunakan untuk melakukan perhitungan absteinsm rate :


(rata rata karyawan x jumlah kejadian tidak masuk kerja) / (rata rata karyawan $ jumlah hari kerja)


– rata rata jumlah karyawan : nilai ini diambil dari rata rata jumlah karyawan dalam satu periode perhitungan. Apabila anda melakukan analisa ini untuk satu bulan maka nilai rata rata jumlah karyawan yang digunakan adalah rata rata satu bulan. Anda dapat menentukan nilai rata rata ini dengan menghitung jumlah karyawan pada awal periode ditambah dengan jumlah karyawan pada akhir periode dibagi dua.


– jumlah kejadian ketidak hadiran karyawan / absen : hitung jumlah ketidakhadiran untuk semua karyawan daLam satu periode perhitungan.  Anda tidak perlu memperhitungkan cuti tahunan dan cuti khusus yang diatur pemerintah sebagai komponen perhitungan.


– jumlah hari kerja : jumlah hari kerja adalah total hari kerja karyawan tanpa memperhitungkan hari libur karyawan.  Apabila anda menerapkan shift bervariasi seperti shift pagi, siang, malam yang mana terkadang liburnya tidak jatuh pada hari sabtu atau minggu. Maka anda hanya perlu menjumlahkan hari kerja aktif yang ada dalam satu periode perhitungan untuk semua karyawan.


Dengan melakukan perhitungan diatas maka anda dapat memperoleh gambaran tentang kondisi absensi karyawan secara umum. Anda dapat membandingkan data tiap bulan dengan data historis.  Apabila terjadi kenaikan pada bulan tertentu anda dapat menganalisa lebih dalam apa penyebab dari meningkatnya rasio ini. Dengan begitu anda sudah dapat memperkirakan langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi fenomena ketidak hadiran tersebut.

0

Paste your AdWords Remarketing code here