Employee Data, HR Update

Hal yang Perlu Diperhatikan Karyawan Saat Mengundurkan Diri

Pemutusan hubungan kerja seringkali diartikan sebagai pemecatan karyawan oleh perusahaan karena suatu alasan. Namun pemutusan hubungan kerja juga bisa terjadi atas keinginan karyawan atau yang biasa disebut resign atau pengunduran diri. Berbeda dengan kasus pemecatan, karyawan yang mengundurkan diri tidak memperoleh uang pesangon. Undang undang ketenagakerjaan no.13 tahun 2003 telah mengatur tentang uang pesangon,penghargaan masa kerja, uang pisah dan penggantian hak. Anda dapat membaca hak financial yang seharusnya didapatkan oleh karyawan saat berhenti bekerja disini. 


Pada artikel ini kami akan membahas apa saja yang perlu karyawan perhatikan saat berhenti bekerja dari perusahaan. Hal hal berikut ini seringkali luput dari pemahaman karyawan. Padahal hal hal berikut ini merupakan hak yang mendasar untuk diketahui. HRD sebagai perwakilan dari perusahaan juga wajib mengerti dokumen dokumen apa saja yang perlu diberikan ke karyawan yang resign agar mereka tetap dapat melaksanakan kewajiban sipil mereka. Berikut adalah beberapa dokumen atau beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengundurkan diri :

Surat keterangan kerja

surat keterangan kerja adalah surat yang akan berguna bagi karyawan saat mengundurkan diri. Apabila karyawan berkehendak untuk mencari pekerjaan lain setelah resign. Surat keteran kerja dapat dijadikan sebagai referensi atau portofolio. Surat ini akan memperkuat bukti portofolio yang ada di CV kamu. Surat keterangan kerja juga berguna bagi perusahaan untuk dokumentasi bahwa karyawan tersebut benar merupakan karyawan perusahaan sampai yang bersangkutan mengundurkan diri. Surat keterangan kerja ini sangat penting untuk dipersiapkan sesaat karyawan resign agar tidak menggantung terlalu lama dan pada akhirnya menumpuk beban pekerjaan. Bagi karyawan mintalah surat ini sesegera mungkin, karena bila kamu lupa untuk memintanya akan sulit bagi kamu di kemudian hari untuk meminta kembali surat ini dikarenakan load pekerjaan HRD akan menghambatnya untuk mempersiapkan dokumen ini. 

Berikut ini adalah contoh / template surat keterangan kerja yang bisa kamu download secara gratis. 

Bukti potong 1721-A1/A2

Bukti potong atau pungut adalah dokumen berharga untuk setiap wajib pajak. Selain berfungsi sebagai kredit pajak, bukti potong adalah dokumen wajib pajak yang dapat digunakan untuk mengawasi pajak yang sudah dipotong oleh pemberi kerja. Bukti potong harus dilampirkan di penyampaian SPT Tahunan Pph. Bukti potong tersebut juga akan dipakai dalam proses cek kebenaran dari pajak yang telah dibayar.

Pemotongan pajak untuk penghasilan kerja Anda juga akan memperoleh bukti potong pajak. Walaupun demikian, sekalipun pemotongan pajak tersebut dilaksanakan setiap bulan berdasarkan ketentuan, pemberi pajak hanya diharuskan untuk membuat bukti potong ini setahun sekali. Pembuatan dari bukti potong ini harus dilakukan oleh pemberi kerja serta karyawan diwajibkan untuk menerima bukti potong pajak dimaksud.

Apabila pekerja tidak menerima bukti potong, maka pekerja dapat memintanya secara langsung kepada perusahaan. Di Dalam bahasa teknisnya, bukti pemotongan PPh Pasal 21 ini disebut dengan formulir 1721 A1 (bagi karyawan swasta) atau 1721 A2 (bagi pegawai negeri).

Bukti potong ini juga wajib dikeluarkan oleh perusahaan saat karyawan berhenti bekerja. Tujuanya adalah meskipun karyawan telah berhenti bekerja kelak pada saat karyawan akan melakukan pelaporan SPT PPh 21 karyawan dapat menggunakan dokumen ini untuk melakukan pelaporan pajak. Bagi HRD dapat melakukan pembuatan dokumen bukti potong 1721-A1 dengan menggunakan template excel yang telah kami sediakan berikut secara gratis.

Pengembalian Pajak

Bagi karyawan yang telah memiliki penghasilan sebulan lebih dari 4.500.000 biasanya akan dipotong PPh 21 setiap bulan oleh perusahaan. Namun dalam kasus karyawan resign di tengah tengah tahun dan ternyata penghasilan selama setahunnya kurang dari PTKP (penghasilan tidak kena pajak) setahun sebesar 54.000.000, maka atas pajak penghasilan yang telah dipotong oleh perusahaan wajib dikembalikan ke karyawan. Hal ini terjadi karena dalam melakukan perhitungan pajak setiap bulannya perusahaan menghitung pajak berdasarkan asumsi karyawan akan memiliki penghasilan yang sama sampai akhir tahun. Dari asumsi ini perusahaan mengalikan penghasilan bruto karyawan sebanyak 12x untuk memperoleh asumsi penghasilan setahun. Apabila akumulasi penghasilan karyawan pada saat resign dibawah PTKP maka karyawan berhak mendapatkan pengembalian pajak tersebut. Bagi HRD untuk memudahkan perhitungan pajak final karyawan untuk karyawan yang telah resign menggunakan excel kertas kerja PPh 21 berikut secara gratis. 

Slip gaji terakhir

Meskipun mengundurkan diri karyawan masih berhak atas gaji terakhir yang harus dibayarkan. Slip gaji penting diminta apabila karyawan membutuhkannya untuk referensi ke perusahaan yang akan dilamar selanjutnya. Slip gaji terakhir juga bisa dijadikan dasar bahwa perusahaan telah menyelesaikan pembayaran terakhir kepada karyawan. 

Anda dapat memperoleh contoh slip gaji excel secara gratis disini. 

Mutasi BPJS

Kita semua tahu bahwa semua perusahaan wajib mendaftarkan karyawannya ke dalam program BPJS baik kesehatan maupun ketenagakerjaan. Untuk karyawan yang 

resign atau berhenti bekerja tidak serta merta menghentikan kepesertaan karyawan pada sistem BPJS. HRD dalam hal ini wajib aktif dalam memutasikan karyawan dalam sistem BPJS. Apabila HRD lupa untuk melakukan mutasi karyawan yang resign pada sistem BPJS maka perusahaan akan tertagih iuran BPJS untuk periode depan. Untuk menghindari hal tersebut HRD bisa mengakses E Dabu untuk melakukan mutasi karyawan non aktif pada program BPJS Kesehatan dan mengakses SIPP online untuk melakukan mutasi karyawan non aktif pada program BPJS Ketenagakerjaan. 

Berita acara serah terima

Banyak kasus dimana karyawan yang memperoleh akses fasilitas perusahaan seperti laptop, kendaraan, handphone atau bahkan seragam lupa mengembalikan fasilitas yang telah diberikan. Untuk itu berita acara serah terima perlu dilakukan untuk memperoleh bukti bahwa fasilitas yang pernah dipinjamkan telah dikembalikan sesuai dengan prosedur. Berita acara ini dapat berupa check list dan pernyataan bahwa fasilitas telah diserahterimakan dari karyawan kepada perusahaan. 

Author


Avatar