outsourcing kini menjadi salah satu hal yang tidak asing lagi bagi pelaku bisnis. hampir di setiap daerah di indonesia terdapat perusahaan penyedia jasa outsourcing dan peminat atas jasa ini tidaklah sedikit. jasa outsourcing kini semakin diminati dan telah digunakan oleh banyak perusahaan baik skala besar maupun skala kecil. Pekerjaan yang dapat di outsource kan pun semakin beragam. Apabila dahulu hanya pekerjaan borongan atau pekerjaan cleaning service dan office boy. Kini layanan outsource yang ditawarkan semakin beragam mulai dari layanan customer care, layanan IT, bahkan layanan management seperti accounting dan payroll. Melihat banyaknya peminat dari jasa outsource ini lalu apakah sistem kerja outsource itu dan bagaimana mekanisme dari menjalankan sistem kerja outsourcing. 

Menurut Undang Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Outsourcing (Alih Daya) dikenal sebagai penyediaan jasa tenaga kerja seperti yang diatur pada pasal 64, 65 dan 66. Dalam dunia Psikologi Industri, tercatat karyawan outsourcing adalah karyawan kontrak yang dipasok dari sebuah perusahaan penyedia jasa tenaga outsourcing. Awalnya, perusahaan outsourcing menyediakan jenis pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan bisnis inti perusahaan dan tidak mempedulikan jenjang karir. Seperti operator telepon, call centre, petugas satpam dan tenaga pembersih atau cleaning service. Namun saat ini, penggunaan outsourcing semakin meluas ke berbagai lini kegiatan perusahaan. 

Untuk mengenal lebih jauh tentang sistem outsourcing, berikut adalah contohnya

Perusahaan anda membutuhkan banyak buruh atau operator untuk menjalankan pabriknya. Perusahaan anda bisa saja membuka sendiri lowongan pekerjaan untuk dipasang di iklan lowongan kerja. Namun perusahaan anda juga harus membuat materi iklannya sendiri. Kemudian ketika seluruh surat lamaran dan CV calon operator sudah masuk, maka perusahaan anda harus menyeleksi lamaran-lamaran tersebut dan memprosesnya secara mandiri. Tidak hanya itu, setelah operator terseleksi dan bekerja, perusahaan anda harus melakukan monitoring terhadap kinerja setiap operator. Pekerjaan ini tentunya akan sangat membebani manajerial perusahaan baik dari segi waktu dan biaya.

Namun untuk membuat lebih efektif, perusahaan anda menyewa penyedia jasa outsourcing. Dengan menyewa penyedia jasa outsourcing, perusahaan anda hanya memberitahu kriteria operator dan membayar penyedia jasa outsourcing sesuai dengan kebutuhannya. Setelah itu penyedia jasa outsourcing lah yang akan mengiklankan lowongan kerja, menyeleksi hingga melakukan manajerial terhadap operator-operator pabrik yang sudah lolos seleksi dan bekerja. Lalu bagaimana masalah gaji dan tunjangan untuk operator pabrik yang sudah direkrut itu? Pembayaran gaji beserta tunjangannya sudah menjadi tanggungan dari penyedia jasa outsourcing. Hal ini karena perusahaan anda sudah membayar keseluruhan biaya untuk jasa outsourcing tersebut.

Keuntungan Sistem Outsourcing

Ada beberapa keuntungan dari sistem kerja outsourcing ini. Pertama, dengan melakukan outsourcing, perusahaan anda dapat fokus pada core-business mereka. Perusahaan akan lebih fokus membuat produk atau jasa berkualitas tinggi yang dapat memuaskan keinginan pasar, daripada menghabiskan sumber daya perusahaan yang terbatas untuk menangani persoalan ketenagakerjaan.

Kedua, mengalihkan masalah ketenagakerjaan kepada vendor outsourcing, perusahaan dapat melakukan penghematan biaya dengan menghapus anggaran untuk berbagai investasi di bidang ketenagakerjaan termasuk mengurangi SDM yang diperlukan untuk melakukan kegiatan administrasi ketenagakerjaan.

Dengan melakukan outsourcing, perusahaan dapat mengalihkan sumber daya yang terbatas ini dari pekerjaan-pekerjaan yang bersifat non-core dan tidak berpengaruh langsung terhadap pendapatan dan keuntungan perusahaan kepada pekerjaan-pekerjaan strategis core-business yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, pendapatan dan keuntungan perusahaan.

Kerugian Outsourcing

Selain keuntungan yang diperoleh, tidak dipungkiri dalam menjalin kerjasama dengan vendor outsourcing, perusahaan akan mengalami kegagalan. Kegagalan proyek outsourcing dapat timbul dari beberapa hal, diantaranya:

Kurangnya komitmen, dukungan dan keterlibatan pihak manajemen dalam pelaksanaan proyek outsourcing. Tanpa adanya dukungan dan monitoring dari manajemen perusahaan, sistem kerja outsourcing ini bisa diselewengkan bahkan oleh penyedia jasa outsourcing. Penyelewengan bisa berupa pemotongan gaji secara sepihak dari penyedia jasa outsourcing sebagai bagian dari komisi jasa sampai pengurangan tenaga kerja secara sepihak. Dari penyelewengan ini akan muncul resistensi dan perlawanan dari operator yang tentunya berakibat pada kondisi produksi perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi langsung dua arah antara perusahaan dengan operator dengan mediasi dari penyedia jasa outsourcing.

Paste your AdWords Remarketing code here