Recruitment

Berdasarkan statistik saat ini penduduk indonesia didominasi oleh generasi milenial dan Z yang totalnya sudah mencapai 50% dari total penduduk di Indonesia. Oleh karena itu perusahaan harus siap menghadapi perubahan ekspektasi karyawan dari generasi milenial (lahir antara 1981-1996) dan generasi Z (lahir antara tahun 1997-2012) yang membawa tantangan tersendiri dan memerlukan strategi rekrutmen yang sesuai dengan karakteristik dan nilai generasi tersebut. Selain itu, mereka memiliki pandangan yang berbeda dalam dunia kerja dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, budaya dan pandangan hidup yang berbeda.

Tantangan

Ekspektasi dalam pekerjaan

Kedua generasi ini cenderung ingin merasa terhubung dengan tujuan perusahaan dan ingin berkontribusi lebih besar dalam perusahaan. Selain itu mereka juga mengharapkan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan ramah terhadap perbedaan, karena generasi ini menyukai kolaborasi tim. Sehingga tantangan terbesar adalah bagaimana mengkomunikasikan nilai perusahaan dan dampak apa yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi

Keseimbangan bekerja dengan kehidupan pribadi juga menjadi salah satu hal penting bagi generasi ini. Mereka cenderung mencari fleksibilitas dalam jadwal kerja, juga kesempatan untuk bekerja di tempat yang berbeda sehingga keseimbangan ini dapat terjaga. Hal ini juga dipengaruhi dari pengalaman generasi sebelumnya yang mungkin terlalu intensa dalam bekerja dan bagaimana dampaknya dalam kehidupan pribadi mereka. Mereka percaya bahwa dengan keseimbangan ini produktivitas dan motivasi dalam bekerja lebih meningkat. Oleh Karena itu memberikan fleksibilitas dalam bekerja ini menjadi salah satu tantangan dalam perusahaan.

Pengembangan karir cepat

Generasi milenial bertumbuh di tengah-tengah perkembangan teknologi dan globalisasi, membuat mereka terpapar dengan peluang yang lebih luas dan akses informasi yang cepat. Oleh karena itu mereka cenderung ingin melihat hasil dari usaha mereka dengan lebih cepat. Sedangkan generasi Z tumbuh di era digital sehingga memiliki pola pikir yang cepat dan inovatif. Mereka cenderung mencari tantangan yang dapat memicu profesional dan ingin memiliki kejelasan mengenai jalur karir yang dapat ditempuh. Hal ini menjadi tantangan bagi perusahaan untuk dapat menyediakan fasilitas untuk mereka dapat bertumbuh dan bekembang malalui pelatihan dan pengembangan.

Strategi rekrutmen

Komunikasi yang jelas

Dalam proses rekrutmen sampaikan dengan jelas nilai perusahaan, tujuan dan dampak positif yang dicapai melalui pekerjaan di perusahaan. Berikan ruang kepada mereka berkomunikasi dengan interaktif. Dengan begitu mereka dapat melihat kecocokan dengan nilai mereka dan menarik minat mereka untuk lebih banyak berkontribusi dalam lingkungan kerja.

Fleksibilitas dan keseimbangan

Pertimbangkan kesempatan untuk bekerja dengan lebih fleksibel. Fleksibilitas ini dapat berupa opsi untuk bekerja dari jarak jauh, kemungkinan bekerja secara hybrid, atau menentukan jam kerjanya sendiri. Tunjukan bahwa perusahaan juga memahami pentingnya keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi karyawan. 

Pengembangan karir yang jelas

Berikan informasi rinci tentang jalur karir yang tersedia di perusahaan. Hal ini dapat berupa pengetahuan perjalanan kenaikan pangkat atau perubahan departemen yang lebih sesuai dengan minat bakat. Perusahaan harus jelas dan terbuka terkait dengan jenjang karir ini dan informasikan pula keterampilan dan kompetensi apa saja yang dibutuhkan.

Menghadapi perubahan ini merupakan langkah yang harus diambil perusahaan untuk menghadapi perubahan dalam lingkungan kerja mengingat generasi ini sudah memasuki usia bekerja. Selain itu dengan beradaptasi dengan gaya generasi ini, dapat menjaga daya saing perusahaan dan membangun tim yang beragam serta produktif. Pahami nilai-nilai dan kebutuhan generasi ini, perusahaan dapat merancang strategi rekrutmen yang efektif dan membangun lingkungan kerja yang positif.