Di Indonesia masa liburan dan cuti biasanya mengacu pada hari libur nasional dan cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah. Selain cuti bersama yang ditetapkan pemerintah juga ada cuti awal dan akhir tahun yang biasanya diambil oleh karyawan dan digunakan untuk berlibur dengan keluarga.

Dalam masa masa ini absensi tiap karyawan akan menjadi sangat beragam dan tidak teratur, dimana hal ini harus diatasi untuk memastikan kelancaran operasional perusahaan dalam periode tersebut. Beberapa strategi yang dapat dilakukan perusahaan adalah:

Perencanaan liburan dan cuti

Mendorong karyawan untuk merencanakan libur dan cuti mereka dengan cara memberikan jadwal cuti lebih awal. Dengan begitu manajer dan tim dapat melakukan perencanaan penggantian sementara dan memastikan tim tetap tercukupi selama masa liburan serta operasional perusahaan tidak terhambat.

Penggunaan teknologi absensi

Saat ini penggunaan teknologi bisa dikatakan menjadi solusi dalam berbagai hal administratif perusahaan. Sama hal nya dengan absensi, menggunakan sistem absensi digital atau software HRIS dapat membantu pencatatan absensi karyawan yang lebih akurat dan real-time. Hal ini membantu perusahaan dalam melacak kehadiran karyawannya dan memugkinkan tim terkait untuk bisa mengidentifikasi jika ada masalah dalam absensi juga shifting.

Penghargaan kerajinan

Pemberian reward ini juga dapat memberikan dorongan tersendiri kepada karyawan untuk lebih konsisten hadir di tempat kerja. Berikan penghargaan dan insentif kepada pekerja yang memiliki catatan kehadiran yang baik.

Komunikasi yang efektif

Perusahaan perlu mempertimbangkan untuk mengkomunikasikan pentingnya kehadiran yang konsisten selama masa liburan dan cuti kepada seluruh tim. Informasikan juga pemahaman yang jelas tentang konsekuensi ketidak aturan absensi dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi operasional perusahaan.

Perencanaan beban kerja

Saat sudah memasuki masa-masa cuti dan liburan, lakukan perencanaan beban kerja dengan cermat. Pastikan tugas-tugas kritis dapat diselesaikan dengan efisien.

Dengan mengadopsi strategi ini perusahaan dapat menanggulangi absensi yang tidak teratur di masa-masa cuti dan liburan. Selain itu perusahaan juga dapat memastikan bahwa walaupun tim tidak lengkap operasional tetap berjalan dengan baik tanpa ada hambatan berarti.