Untuk menanggulangi turnover dalam perusahaan, penggunaan HR metrics bisa membantu perusahaan untuk memahami, memprediksi dan mengurangi tingkat pergantian karyawan. HR Metrics sendiri adalah sebuah pengukuran kuantitatif yang berhubungan dengan sumber daya manusia yang tujuannya untuk mengukur dan menganalisa data yang didapat untuk memberikan wawasan yang lebih baik.
Dalam konteks analisis turnover karyawan, berikut ini adalah beberapa HR metrics yang penting:
Tingkat pergantian karyawan
Metrics ini menjadi salah satu pengukuran yang digunakan untuk menilai tingkat pergantian karyawan dalam periode tertentu. Pergantian ini mencangkup regenerasi dan pemutusan hubungan kerja.
Jumlah karyawan yang keluar termasuk karyawan yang mengundurkan diri, dipecat, atau pensiun. Melalui matrics ini perusahaan akan mendapatkan gambaran tentang tingkat pergantian yang terjadi dalam periode tertentu, semakin tingginya turnover bisa menjadi indikator potensi masalah, seperti ketidakpuasan karyawan atau masalah manajemen.
Tingkat pergantian berdasarkan departemen/tim dan jabatan
Sama seperti sebelumnya, metrics ini mengukur bagaimana tingkat turnover pada departemen dan jabatan tertentu. Dengan mengidentifikasi pada area yang lebih detail perusahaan dapat menanggulangi masalah yang mungkin terjadi dan merencanakan berbagai strategi untuk meningkatkan retensi pegawai.
Pergantian karyawan baru
Pengukuran ini di aplikasikan pada perhitungan tingkat pergantian karyawan baru dalam periode tertentu. Metrics ini digunakan untuk melihat bagaimana tren pergantian pada karyawan yang baru saja bergabung dalam periode tertentu. Jika tingkat turnover pada area ini cukup tinggi maka hal ini dapat mengindikasikan bahwa ada masalah pada proses perekrutan atau onboarding nya. Sehingga tim terkait bisa segera mengambil tindakan untuk menanggulangi hal ini.
Waktu pergantian
Metrics ini mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi posisi setelah karyawan sebelumnya meninggalkan perusahaan. Penggunaan metrics ini membantu perusahaan untuk memahami seberapa cepat atau lambat proses perekrutan berlangsung. Semakin lama proses perekrutan ini maka akan berdampak buruk pada produktivitas karyawan atau tim yang ditinggalkan oleh karyawan sebelumnya
Biaya pergantian
Semakin tinggi tingkat turnover dalam suatu perusahaan maka akan menyebabkan meningkatnya biaya penggantian ini. Biaya penggantian adalah suatu proses perhitungan biaya yang terkait dengan pergantian karyawan baik bersifat langsung maupun tidak langsung. Biaya biaya ini mencangkup, biaya perekrutan seperti iklan lowongan, biaya pelatihan, biaya keluar seperti cuti yang diuangkan. Selain secara materi, perusahaan juga dapat kehilangan produktivitas selama masa perekrutan hingga kehilangan pengetahuan dan pengalaman dari karyawan sebelumnya.
Melalui analisis ini, perusahaan akan memperoleh berbagai wawasan yang lebih luas dan mendalam tentang faktor apa saja yang menyebabkan tingginya pergantian karyawan. Dengan begitu perusahaan juga dapat dengan cepat mengambil langkah untuk mengurangi tingkat penggantian ini. Perubahan dalam rangka perbaikan ini dapat dilakukan diberbagai area berdasarkan hasil analisisnya, seperti perbaikan proses rekrutmen dan onboarding, perubahan dalam budaya perusahaan untuk meningkatkan retensi dan lainnya.
